Menyusuri Sungai di Kuching Waterfront

Untuk pertama kalinya mengunjungi negara tetangga yang kultur serta alamnya mirip dengan tempat tinggalku berasal. Meskipun sudah dikatakan sebagai jalan-jalan ke LN (Luar Negeri) ini adalah destinasi yang bisa dikatakan paling dekat.

Yes, destinasi pertama LN saya adalah Kuching sebuah ibu kota yang berada di Negeri Malaysia bagian Sarawak Borneo, masih satu tanah kok dengan Indonesia. Saya katakan dekat karena bisa dijangkau dengan kendaraan darat.

Sebagai pusat ibu kota, Kuching mempunyai berbagai pilihan wisata kota mulai dari kuliner, belanja, dan lain sebagainya. Karena masih satu daratan dengan Kalimantan disini juga terdapat sebuah sungai yang melintas di tengah kota seperti di Kota Pontianak.

Nah disini, diberi nama Sungai Sarawak (bukan Kapuas, meskipun jenis dan warna airnya tidak jauh berbeda). Wisata dekat dengan sungai ini ada sebuah kawasan yang menjadi pusat kunjungan wisatawan bernama Kuching Waterfront tepat berada di pinggir Sungai Sarawak.

Musisi Jalan Khas Dayak

Sepanjang hari dari pagi hingga malam selalu ramai pengunjung, baik itu warga lokal yang sedang bersantai, olahraga, ada juga yang berjualan sampai melakukan perform. Seperti yang saya lihat ini, seorang yang sedang memainkan alat musik khas Dayak, sungguh menarik karena dia menggunakan kostum bahkan tato khas Suku Dayak.

Bersantai menikmati sore memang waktu yang pas berada di Kuching Waterfront ini, karena di sepanjang kawasan ini ada banyak deretan warung makan, restoran, toko sovenir, sampai pedagang kaki lima.

Di sekitarnya juga berdiri bangunan-bangunan era kolonial yang telah dirancang ulang untuk kebutuhan saat ini di era modern. Bangunan-bangunan tersebut di antaranya adalah Museum Sejarah Cina, Sarawak Steamship Building dan Square Tower.

Swa-foto di Square Tower

Saya bersama salah satu adik (anak teman kantor sebenarnya) senang berkeliling dan berfoto-foto di berbagai tempat dengan latar belakang bagunan unik disini. Oh iya, Kuching Waterfront juga menawarkan pemandangan tepi utara sungai, tentu kita sebagai pengunjung dapat menyusurinya dengan menyewa sampan motor/boat yang tersedia disana.

Satu lagi spot foto yang tidak boleh ketinggalan, yakni dengan background sebuah bangunan Astana dan Gedung Undangan Negeri Sarawak tampak menonjol dengan warna kuning keemasan bahkan menjadi icon dari kawasan ini. Pernahkah kamu melihatnya juga?

Gedung Undangan Negeri Sarawak
Travelmate
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *