Knowledge Transfer In The E-World

Mentransfer pengetahuan dapat dilakukan dengan banyak cara, tapi sebelumnya apa sih itu Knowledge Transfer? Knowledge Transfer atau bisa disebut dengan Transfer Pengetahuan adalah proses pergerakan pengetahuan dalam organisasi, orang-ke-orang dan dipengaruhi karakteristik orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut, proses transfer pengetahuan diawali dengan inisiasi yaitu tahapan dimana terjadi hal-hal yang mendorong untuk memutuskan melakukan transfer pengetahuan.

Transfer Knowledge juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet, karena dengan menggunakan internet kita dipermudah untuk pelayanan internal dalam suatu perusahaan, mengoptimasi lalu lintas intra organisasi, mudah untuk dipublikasikan ke seluruh karyawan, dan dapat menghemat biaya operasional.

Didalam Transfer Knowledge ada yang namanya Groupware, apakah itu Goroupware? Menurut Wikipedia Groupware adalah perangkat lunak komputer yang dirancang untuk membantu orang yang terlibat dalam suatu tugas bersama agar mencapai tujuannya. Salah satu definisi paling awal tentang “collaborative sofware” adalah definsi yang diberikan oleh Peter dan Trudy Johnson-Lenz sebagai, “proses-proses kelompok secara sengaja ditambah perangkat lunak untuk mendukungnya”.

Maksud rancangan dari collaborative software (groupware) adalah mengubah cara berbagi dokumen dan rich media untuk memungkinkan terjadinya kolaborasi tim yang lebih efektif. Kolaborasi hubungannya dengan teknologi informasi, terlihat memiliki beberapa definisi. Beberapa definisi diantaranya dapat dipertahankan maknanya namun definisi-definisi lainnya memiliki makna yang begitu luas sehingga kehilangan maknanya yang berarti.

Memahami perbedaan pada interaksi manusia diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan telah tepat memenuhi kebutuhan interaksi. Extranet sistem (terkadang juga dikenal sebagai ‘extranet project’) – mengumpulkan, mengatur, mengelola dan berbagi informasi terkait dengan pengiriman proyek (misalnya: pembangunan gedung)

Groupware dapat dibagi menjadi tiga kategori tergantung pada tingkat kolaborasi:

  1. Komunikasi dapat dianggap sebagai pertukaran informasi yang tidak terstruktur. Sebuah panggilan telepon atau diskusi chat IM adalah contohnya.
  2. Conferencing (atau tingkat kolaborasi)mengacu pada kerja interaktif menuju tujuan bersama. Brainstorming atau voting adalah contohnya.
  3. Koordinasi mengacu pada pekerjaan kompleks yang saling memiliki ketergantungan menuju tujuan bersama. Sebuah metafora yang baik untuk memahami ini adalah memikirkan tentang suatu tim olahraga; setiap orang harus memberikan kontribusi permainan yang tepatpada waktu yang tepat serta menyesuaikan permainan mereka dengan situasi yang berlangsung – tetapi semua orang melakukan hal berbeda – agar tim menang . Itu adalah pekerjaan kompleks yang saling memiliki ketergantungan menuju tujuan bersama: manajemen kolaboratif.

Selanjutnya, apa saja sih Aplikasi Groupware itu sendiri? Nah berikut beberapa contoh aplikasi Groupware yang digunakan dalam Transfer Knowledge adalah sebagai berikut :

  • Email merupakan groupware tersukses yang ada. Email termasuk jenis komunikasi yang asynchronous (berbeda waktu) dan remote  (berbeda tempat). Komponennya terdiri dari alamat tujuan (To), salinan (Cc) juga disertai dengan penanda waktu kirim.
  • Newsgroups and work-flow systems, mengumpulkan, mengatur, mengelola, dan berbagi berbagai bentuk informasi
  • Chat rooms, Suatu ruang pertemuan yang dirancang menggunakan peralatan komputer untuk  pertemuan tatap mata. Rancangan ruang ini dapat berbentuk U atau C yang diatur mengelilingi layar monitor dan masing-masing peserta mempunyai masing-masing monitor. Sistem ini mendukung beberapa bentuk pekrjaan seperti penggunaan terminal secara pribadi dan sub group pada kegiatan teleconferencing atau email.
  • Video communication, Untuk berkomunikasi di antara beberapa orang yang terpisah secara lokasi memerlukan biaya yang tidak sedikit serta waktu tempuh yang tidak singkat. Untuk memenuhi kendala tempat, waktu dan biaya tersebut diatasi dengan teknologi video konferensi yang berbasis teknologi satelit. Masing-masing lokasi dalam sebuah sistem video konferensi membutuhkan sarana untuk mengirim dan menerima video yang dikirim melalui satelit.
  • Knowledge sharing, pengguna dapat mengakses dokumen bersama atau aplikasi dari komputer masing-masing secara bersamaan di waktu real-time
  • Group calendaring and scheduling, awalnya alat ini digambarkan sebagai “sistem pertemuan elektronik,” dan dibangun menjadi ruang pertemuan. Kamar khusus ini biasanya memiliki proyektor video yang saling terkait dengan banyak PC, namun sistem pertemuan elektronik telah berkembang menjadi berbasis web, kapanpun, sistem tempat apapun yang akan mengakomodasi peserta pertemuan “terdistribusi” yang mungkin tersebar di beberapa lokasi.
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *