Petualangan Seru TRIP ke Riam Jugan dan Riam Merasap Bengkayang

Happy Chinese New Year! karena masih suasana imlek saya dan team secondary teacher STB mengucapkan “Selamat Hari Raya Imlek” buat yang merayakanya. Nah, karena kami juga sedang libur imlek dan untuk mengisi waktu liburan kami mengadakan TRIP ke Riam Jugan dan Riam Merasap Kota Bengkayang Kabupaten Sanggau Ledo Kalimantan Barat yang diadakan pada tanggal 10 Februari 2016. Makan Siang di RIAM Sanggau Bangkayang

Perjalanan ini sangat seru dan menyenangkan loh ada suka duka nya juga. Ide perjalanan ke Riam Merasap ini dari Pak Riza yang recommend karena diantara kami semua belum pernah kesana yaudah kami setuju untuk melakukan TRIP ke Riam Merasap, pas searching2  di Google wah air terjunnya keren banget! itu membuat kami semakin Exited 😀 

20160210_062515

Mau tahu Bagaimana Keseruannya?

Perjalanan kami dimulai pukul 06.00 WIB, kami sepakat berkumpul di gedung STB kecuali pak Bambang dan bu Vonty karena mereka nunggu di Siantan, oh ya siapa aja sih yang berangkat? absen dulu ya : pak feby, bu eka, bu jojo, bu ongti, bu iin, pak eko, bu wara, bu nia, pak sukma, pak jardi, pak riza dan saya sendiri Siti Mustiani (oke, semua hadir kecuali bu’ Yeni. Haha, tiba2 beliau gak bisa datang karena *kemungkinan sedang isi). Perjalanan kami nggunakan dua mobil sebut saja mobil 1 (Toyota Avanza Hitam) dan mobil 2 (Suzuki Ertiga Silver) maka team kami dibagi menjadi dua kelompok mobil yang berbeda mobil 1 terdiri dari pak Feby (sebagai supir), bu Eka, bu Nia, bu Jojo, pak Bambang, bu Ongti dan saya) sedangkan mobil 2 terdiri dari pak Riza (sebagai supir), pak Jardi, pak Sukma, bu Iin, bu Wara, pak Eko, bu Vonty.  Mobil kami (mobil 1) sudah jalan duluan tapi belum sampai menjemput Pak Bambang mobil kami yang satunya sudah mendapat masalah. Yaitu mobil yang dikendarai pak Riza tiba-tiba mati gara2 aki’ nya gak nyala. Tapi untungnya sebelum berangkat kami sudah mempersiapkan untuk mengantisipasinya. Yaudah kita balik lagi dah, untung belum jauh.

Mogok Cuy Bummper Aki Dulu Yak

Oke masalah selesai kita lanjut perjalananya, pernajalan ini awalnya diperkirakan untuk sampai tujuan hanya bekisar 3 jam saja, tapi ternyata kami salah perhitungan dan akhirnya perjalanan untuk sampai ke lokasi menghabiskan waktu 8 jam. Sebelum sampai lokasi diantara kami ternyata tadi pagi ada yang belum sempat sarapan, jadi kami sepakat singgah dulu di WK.Eka (tepatnya ini di pasar pinyuh) ngopi dulu biar nanti diperjalanan gak ngantuk.

Ngopi dan Ngegorengan dulu

Gak duduk lama lagi karena hari sudah semakin siang kami segera melanjutkan perjalanan lagi. Pukul 12.00 kami tiba di Kota Bengkayang dan istirahat kedua kalinya di WK … (lupa nama WK nya) untuk sekedar ngopi sambil nungguin mobil 2. Gak tau kenapa mobil 1 yang dikendarai oleh pak Feby ini lebih cepat sampai.

Kami tiba di Riam Jugan pukul 13.00 karena sedang musim hujan jadi debit air di Riam ini sedikit lebih deras dari biasanya. Dari jalan raya ke lokasi ini cukup dekat dan dapat ditempuh menggunakan mobil dan didaerah ini sudah disediakan tempat untuk bilas, toilet, bahkan ada juga yang berjualan disini.

Riam Jugan

Karena sudah jam makan siang, tanpa basa-basi lagi kami pun segera makan makanan yang kami bawa dari rumah gak tahu kenapa kebersamaan disini sangat terasa dimulai dari becandaan bareng, bagi-bagi makanan bahkan pak Bambang (baju hitam paling kiri foto) dapat mencicipi semua makanan yang ada. Wah gak heran 😀

Makan Siang di RIAM Sanggau Bangkayang

Saat mobil 2 turun dari mobil ada yang aneh gais, yaitu muka bu Wara pucat banget! saya ambil kesimpulan kalau dia Mabok, setelah diwawancarai ternya dia memang orangnya mabukan ditambah lagi dia gak sarapan sebelum melakkan perjalanan ini. Aduuuhh… gak boleh gitu ya gais, ingat sarapanlah sebelum berangkat untuk mempersiapkan tenaga. Kan gak asik kalau udah begini karena tujuan perjalanan kita ini untuk bersenang-senang.

Plesiran Riam Merasap Sanggau Ledo

Datang ke Riam Jugan ini gak afdol kalo gak maen air jadi untuk saran aja sih kalau kesini lebih baik menggunakan sandal gunung, walaupun bukan ke gunung daerah air terjun itu licin dan basah jadi kalau pakai sendal gak bakalan jatuh (seperti kejadian yang dialami pak Feby, hahaha 😀 maaf ya pak) kalau basah pun tidak jadi masalah, tapi disini kami gak boleh terlalu basah karena basahnya dikhususkan spesial untuk di Riam Merasap, jadi basah tangan dan kaki sudah cukup lah. Objek wisata riam jugan ini dapat dikunjungi gratis, tapi untuk yang menggunakan mobil harus membayar 20k setiap mobil.

IMG_20160210_133407

Selesai makan siang dan maen airnya lanjut lagi yuk pernajalan ke tempat berikutnya. Kalau sebelumnya mobil 2 kami mengalami masalah aki nya, sekarang sembari kami kembali ke luar jalan bengkayang mobil ini terjadi kendala lagi, yaitu ban depan mobil 2 ini terselip di tepi jalan. Berbagai cara dilakukan untuk mengeluarkan selipan ban mulai dari mendorong bersama-sama, menggunakan ganjalan kayu, dan akhirnya ban mobil dapat kembali semula setelah semua guru mengangkat bagian depan mobil bersama-sama, bahkan para wanita pun turun membantu juga. Satu kata untuk kita semua “Seterooongg!!!” 

Sebelum sampai di Riam Merasap ini dari gerbang penunjuk arah yang ada di depan kami harus berjalan kaki lagi sekitar 40 menit untuk sampai di Riam Merasap ini.

di Atas Tebing Riam Merasap

Okeh perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki dengan melewati hutan-hutan yang sudah dibuatkan jalannya diperjalanan ini kami menemukan tempat beribadah kritiani yaitu Gua Maria yang masih terawat. Alasan kenapa kami harus berjalan kaki adalah karena traking perjalanan ini seperti tebing yang nyaris vertikal kami harus turun kebawah dengan bantuan akar-akar pohon dan batu-batu yang kuat didaerah ini. Saat melihat daerah tebing yang nyaris vertika ini pak Bambang dan pak Sukma mengurungkan niatnya untuk ikutan turun mungkin karena pak Bambang memiliki postur tubuh yang cukup besar jadi akar-akar tidak kuat untuk menahan pak bambang sedangkan pak sukma mungkin sudah berumur. Hehehe, tapi kita yang lain tetep lanjut.

Saat turun ini cukup menyeramkan, karena kami tidak menggunakan pengaman seperti tali, tongkat atau apapun itu, kalau terpeleset sedikit kita akan jatuh bahkan lutut saya sampai bergegar. Tapi inilah yang menyenangkan karena kami bekerja sama dan saling membantu untuk bisa sampai ke tujuan kita dapat dikatakan itulah namanya Teamwork . Ada perasaan ‘tidak sabaran’ saat berjalan dari atas tebing menuju ke air terjun, karena sudah terpikir ini akan menjadi wisata yang sangat menarik!

Waaahhhh!!! kita berhasil sampai di RIAM MERASAP cantik ya gais air terjunnya. Takjub! Satu kata yang mewakili perasaan saya saat tiba di lokasi air terjun. Saatnya membuktikan ketakjuban tersebut sambil menantang adrenalin untuk beratraksi.

Riam Merasap Bengkayang Kalimantan Barat

Air Terjun Riam Merasap ini seakan mengajak saya untuk melakukan ‘sliding’ sambil berteriak ‘Wisudaaaa Tahun ini!!!” Sangat natural! Bila pernah ke Waterbom Gor Pangsuma atau waterpark yang menggunakan tube, begitulah rasanya saat sliding di Riam Merasap Waterfall. Namun yang membedakan adalah sensasi alamnya yang natural, rasa takut yang lebih, dan momen kaget saat jatuh ke air. Super seru! Bagaimana pun juga pengalaman pertama saat sliding di air terjun Riam Merasap begitu menegangkan karena bentuk air terjun yang cukup vertikal.

Riam Merasap merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila berwisata ke Bengkayang Kalimantan Barat! Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, namun juga memberikan tantangan dan perasaan ‘campur aduk’ berujung bahagia saat berada di sana. Apabila bosfren putus cinta, sangat disarankan berwisata ke Riam Merasap daripada memilih tidak makan / menyayat bagian tubuh / ‘kebut-kebutan’ / minum-minuman beralkohol / melakukan hal tidak berguna lainnya.

Trip Meriam Merasap

Udah puas maen air dan basah-basahannya untuk pulang kita harus naik tebing lagi gais, wah perasaan saya udah sedikit khawatir karena biasanya orang bilang turun itu lebih mudah dari pada naik, nah untuk pulang ini kita harus naik loh, tapi ternyata perasaan saya itu salah karena justru naik lebih mudah daripada saat turun tadi, dan berjalan lagi ketempat parkiran mobil sebelumnya. Tidak jauh dari tebing di air terjun ini terdapat waduk loh, waduk ini digunakan untuk membuat tenaga alternatif pembangkit listrik tenana air tapi plang disitu tertulis PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Merasap) wah baru tahu loh saya kalau ada yang namanya PLTM. Oke kita kembali pulang, termakasih Riam Merasap sampai jumpa kembali semoga dapat kesini lain kali.

Bengkayang

Setelah berganti pakaian, saatnya pulaaangg!!! eitss yakin pulang, tunggu dulu kita makan dulu. Kali ini kita akan kulineran di Kota Singkawang. Karena masih suasana imlek jangan heran kalau di Kota Singkawang dihiasi dengan pernak pernik imlek seperti lampion dan naga, seperti yang kita ketahui kalau kota Singkawang merupakan tempat wisata imlek yang terbesar di Indonesia.

Tapi, sebelum sampai di Kota Singkawang pada saat diperjalanan tepatnya di SPBU Samalantan ada terjadi suatu kejadian yang tidak akan kami lupakan khususnya para penghuni mobil 1, selama perjalanan di mobil kamilah (mobil 1) yang menurut saya paling seru badai! karena banyak sekali becandaan-becandaan, celetukan2, nyanyi2 gak jelas, ngomongin sesuatu yang (ah sudahlah) bahkan sampai bermain ToD / Truth or Dare yaitu Truth : Semacam Memberi Pertayaan; Dare : Semacam Memberi Tantangan, kita harus pilih salah 1 antara Truth atau Dare Jika Pilih Truth Kalian Harus Jwab Pertayaan sedangkan dare maka akan diberikan tantangan. Itu kami lakukan agar tidak ada yang ngantuk dimobil tersebut dan membuat bu eka tidak mabuk (*eh, sorry bu eka). Tappiiii, semua berubah saat kejadian SPBU Samalantan itu adalah kejadian yang menegangkan, kenapa? karena tiba-tiba ada seseorang yang marah2 sambil memaki mobil 2 yang mungkin salah jalan saat ingin mengisi bahan bakar sambil berkata “Kau salah woii!!! ku tandai kau, jangan kau kesini lagi”. Karena pak Feby tidak terima mobil kami menuju orang tersebut (seakan-akan ingin menabrak orang tersebut, tapi nggak) pak Feby pun langsung keluar sambil mengatakan A****g K****** dan nyaris terjadi pertikaian yang tidak diinginkan, untungnya kami dan satpam dilokasi tersebut dapat menenangkan pak Feby dan menlanjutkan perjalann pulang kami. Karena kami fikir ini adalah daerah orang lain kami harus menghormati juga. Siapakah orang itu? masih mencurigakan menurut pengamatan saya dia adalah pelanggan yang mungkin sedang sakit gigi (jadi marah2 gak jelas gitu), kalau dia karyawan SPBU tersebut itu meruapakan pelayanan yang tidak menyenangkan.

Wooooo pak Feby keren kalo lagi marah, dan kami pikir itu juga salah kita juga sih dan pak Feby kembali berkata “Iya juga sih…” wait what???. Tapi kita semua harus berterima kasih sama pak Feby karena udah ngetir selama 16 jam loh, mau cerita2 bareng di dalam mobil, sering dibecandaain, ngebantuin kita turun tebing di Riam Merasap, So… “Mr.Feby is our supeeerrr daddy!!!” Thank You Mr. Feby Kurniawan we love you 😉

Singkawang Night

Yaudah cukuplah membahas masalah barusan, lebih baik kita cari makan di Kota Singkawang kerana perut sudah mulai ‘Demo’ dan akhirnya kami makan di Warung Mie Tiau Nasi Goreng dan Lamongan didekat kelenteng hingga pukul 11.00 dan kembali ke Pontianak saat itu juga dan tiba pukul 02.00 pagi.

Klenteng Singkawang

Sekian dulu tulisan saya di Episode Petualangan Secondary Teachers STB Plesiran Riam Jugan dan Riam Merasap BKY kali ini. Sampai jumpa di TRIP kami selanjutnya 😀

Be Sociable, Share!
  • Syahransyah

    Happy Day for all..LOL.

  • anggoro

    Tulisannya sangat bagus, mudah dipahami, dan menarik. Jangan berhenti menulis dan belajar. He he he

    • Siti Mustiani

      Terima kasih pak Bambang sudah mampir ke tulisan saya. Baiklah, Saya semakin bersemangat, tidak akan berhenti menulis dan saya akan terus belajar... :D

  • Roni

    kelihatannya seru banget ya.

  • my explore

    seru ya kalau bisa traveling rame rame http://www.traveluxion.web.id/2016/09/tempat-wisata-bengkayang.html

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *