Pak Madi dan Pohon Sengonnya, Sang Penyelamat Lingkungan dari Temajuk

Pernah mendengar kata Pohon Sengon? mungkin ketika kita search di google yang muncul dari mesin pencari google adalah pohon biasa yang gak terlalu kelihatan buahnya. Beberapa bulan yang lalu saat saya sempat berkunjung ke Desa Temajuk Kabupaten Sambas saya juga sempat singgah di salah satu rumah warga yang disamping rumahnya terdapat pembibitan pohon sengon yang cukup luas milik seorang petani bernama Pak Madi.

Apa itu Pohon Sengon? jadi menurut wikipedia Sengon (Albizia chinensis) adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae. Pohon peneduh dan penghasil kayu ini tersebar secara alami di India, Asia Tenggara, Cina selatan, dan Indonesia.

Tapi tulisan saya kali ini bukan membahas tentang pohon sengon, bagaimana pembibitannya atau pun proses produksinya agar menjadi kertas yang kemudian dapat dipakai (kamu bisa searching sendiri di google), yang saya bahas kali ini adalah kisah hebat Pak Madi yang saya sebut sebagai pahlawan penghijauan dari Desa Temajuk, Sambas.

Pak Madi, demikian dia biasa disapa, memang hanya warga biasa di kampungnya. Namun beliau sangat ramah terhadap siapa saja yang dia temui, senyum ramahnya saat saya menghampirinya ketika sedang sibuk menyusun beberapa bibit pohon sengon ke dalam keranjang birunya bersama beberapa karyawannya. Rasa penasaran saya tertantang mengenai tanaman tersebut, dan akhirnya terpecahkan bahkan dapat menginspirasi saya. Asiknya bercerita banyak mengenai lingkungan terutama tanaman kesayangannya yak Pohon Sengon, dan saat itu saya baru tahu, kalau tanaman ini juga banyak ada di sekitar Kota Pontianak  namanya Pohon Sengon dan cerita pak madi juga mengingatkan saya bahwa pentingnya menjaga lingkungan.

Saya tak pernah berpikir untuk bisa memetik hasil kerja saya ini. Bahkan ketika nanti saya sudah tiada, saya juga tak ingin diperlakukan berlebihan. Saya hanya ingin berbuat kebaikan bagi sesama selama saya masih bisa. ~ Pak Madi

Yang istimewa dari Pak Madi adalah dedikasinya kepada lingkungan. Pak Madi melakukan penanaman pohon-pohon peneduh di areal lahan hutan, lahan milik negara yang hasilnya mungkin tak akan dinikmatinya. Bukan setahun dua tahun dia melakukan ini, namun sudah 15 tahun terakhir. Bukan pula hanya menanam, namun juga marawat dan membesarkannya. Termasuk menyulami atau menanaminya lagi jika tanaman sebelumnya mati.

Luasan areal yang dia tanami tak kurang dari 100 hektar lahan hutan sekitar dusun camar bulan. Jaraknya sekitar 100 km dari Kota Sambas. Lokasi tersebut merupakan kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia, di tanah Borneo (Kalimantan).

Perjuangan pak madi tidak pernah berhenti sampai disini saja, bahkan di bulan ramadhan pun pak madi masih semangat untuk melakukan penghijauan.

Untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik sebenarnya mudah, yaitu dengan memulai mengubah diri sendiri, dan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat bagi lingkungan. Seperti yang dilakukan Pak Madi. Ia tak sekedar menanam bibit sengon, dengan keranjang yang dibawanya tiap hari.

Gimana? hebatkan Pak Madi. Kini Pak Madi menuai kebahagiaan dari apa yang ditabur sehingga lingkungan di tanah borneo menjadi lebih hijau. Hanya dengan upaya sederhana, Pak Madi ternyata mampu mengubah dari tiada menjadi ada. Dari kerusakan menjadi keteduhan. Untuk berbuat baik perlu usaha yang tiada henti.

Berapa pohon sengon yang ada di beberapa sudut Kota Pontianak pun kerap mengingatkan saya akan perjuangan pak madi, ini membuat saya ingin mengunjungi pak madi saat lebaran nanti akan saya ajak teman-teman Komunitas Blogger Pontianak, ingin sekali saya memberikan hadiah sederhana berupa baju koko untuk beliau agar dipakainya di hari fitri saat bersama keluarganya.

Semoga pak madi dan orang-orang sepertinya selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan karena keiklasannya menghijaukan negeri ini.

Terima kasih semoga bermanfaat.

Be Sociable, Share!
  • Teguh Hariyadi

    keren pak madi, jarang sekali orang yg mau seperti yg beliau lakukan :)

    • Siti Mustiani

      iyaa benar sekali, semoga beliau selalu diberikan kesehatan

  • qumay

    kalau dah dengan niat yang tulus seperti pak Madi maka waktu tidak akan terasa lagi baginya, menurut kami yang terpenting bagi beliau adalah bisa mengapdikan diri kepada lingkungan merupakan cermin berserah diri dan mengapdikan diri kepada Sang Pencipta Dunia ALLAH SWT, semoga amal dan niat tulus Pak Madi menjadikan beliau salah satu saluran berkat untuk orang lain dan dilingkungan sekitarnya. Salam buat Pak Madi ya Siti, mantapp sharingnya.

  • Ahmad Qumayni

    izin share ya

  • tukang jalan jajan

    Orang orang yang tulus dan berbakti bagi orang lain tentu saja patut diapresiasi. luar biasa pak. salam hijau

  • abdul

    Makasih artikelnya bagus dan bermanfaat. salam konservasi.

  • Gigih

    pak madi emang hatinya baik. Keren pak madi.

  • siwonesia

    Semoga semakin banyak orang-orang yang seperti pak madi ini....

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *