Menikmati Dingin Dalam Damainya Puncak Sebayan 536 mdpl

September! libur tiga hari kemana nih, tanya salah satu teman via media social BBM, kemana ya? tapi khusus cewek-cewek aja. Gimana kalau ke puncak sebayan lagi (iyaa lagi kami udah pernah ke Pucak Sebayan sebelumnya sekitar bulan Februari yang lalu), dan akhirnya kami sepakat buat ngumpul bareng di rumah Nanda (27/8) untuk ngomongin trip ini, kebetulan juga saat itu Nanda sedang berulang tahun. 

Perjalanan kali ini dicetus oleh salah satu teman kami Yuni (kami biasanya memanggilnya Nekwan), yang menantang kami untuk nge-trip tanpa ditemani teman cowok dan membawa carrier masing-masing. Selain itu setelah perjalanan ini kami ber-empat (Aku, Nanda, Yuni, Nova) bisa lebih akrab lagi. Kami mulai melakukan persiapan mulai dari logistik, perlengkapan/alat outdoor, destinasi karena rencana kami gak cuma ke puncak sebayan aja.

Kenapa Puncak Sebayan? pertama untuk melakukan tanjakan tidak terlalu tinggi hanya 536mdpl, dan trekkingnya sudah hapal karena sudah pernah kesana sebelumnya. Selain itu, dari puncak sebayan yang lalu lah sebenarnya pertemanan kami dimulai.

Setelah melakukan briefing yang gak kelar-kelar sehari dan dilanjutkan via chat group bbm, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat hari jumat 1 September 2017 setelah solat dzuhur.

Ketika tiba di Pos Pendakian, ternyata rumah Pak RT Dusun Jeramun sudah dijadikan sebagai Pos Pendakian Bukit Sebayan, kami juga sempat bertemu beberapa pendaki lain yang sudah turun dari Puncak Sebayan, kata pak RT baru saja juga ada tiga orang pendaki yang naik sekitar dua jam yang lalu. Mungkin akan bertemu setelah sampai puncak.

Pendakian dimulai dari pukul empat sore dari rumah pak RT, saat kami mulai memasuki hutan ternyata disini sudah banyak diberi petunjuk jalan untuk menuju puncak. Syukurlah, soalnya dulu nggak ada.

Karena perjalanan dimulai sore hari dengan waktu pendakian sekitar dua jam, akhirnya kami sampai puncak hari sudah gelap. Tempat yang kami tempatin dulu sudah diduluin sama orang lain, iyaa itu abang-abang bertiga udah katanya udah nanjak duluan. Yaudah kita berempat ke tempat lain, dan ternyata tempat yang kita camp ini lebih bagus walau tak begitu banyak pohon disekitarnya.

Saatnya open dome, dan buat cemilan buat makan malam. Kami membangun tenda (dome) baru milik Nova, oh yaa sebagai informasi Nova ini pemilik Penyewaan Alat Outdoor di Pontianak loh, cek instagram nya di Borneo.Outdoor  jadi buat kamu yang butuh alat outdoor tapi gak pengen beli karena harganya juga lumayan mahal bisa sewa aja apalagi kalau jarang nge-trip sayang kan kalau alatnya gak dipakai.

Walaupun udara sejuk, menikmati kopi di puncak sambil mengelilingi api unggun dan cerita dari para sahabat membuat suasana menjadi hangat sekali, jujur awalnya yang gak kenal siapa-siapa menjadi siapa-siapa, eh gimana sih. Aku sih paling suka dengerin cerita dibandingkan bercerita soalnya mereka lebih punya banyak cerita untuk di share dan mereka bertiga yang sudah kenal duluan dibandingkan aku, aku cuma dekatnya sama Nova aja.

Apa yang kami ceritakan? banyak sekali, mulai dari awal pertama kali nanjak, jalan-jalan udah kemana aja, sampai masalah kuliah pun kami bahas disini. Hingga akhirnya kami baru tidur pukul 2 pagi.

Setelah berlama-lama menikmati puncak Sebayan, waktu pun memanggil kami untuk pulang. Hm, sedih. Semoga esok akan datang kembali dan menikmatinya lagi. Yuk traveling!

More info:
Puncak Sebayan, Desa Sejontang, Dusun Jeramun Kab. Sanggau
Kec. Tayan Hilir – Kalimantan Barat
Biaya Administrasi Rp.10.000,-/orang
Parkir Motor Rp.5.000,- Mobil Rp.25.000,-

Be Sociable, Share!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *