32 Jam Bersama KMP Dharma Rucitra 9 Menuju Semarang

Naik kapal dari Pontianak menuju Semarang? Gumamku melihat itinerary yang dibuat oleh Yandy. Berpikir sejenak, kenapa tidak? Dan aku memberanikan diri mencoba. Kalau diingat-ingat pertama kali naik kapal saat aku berumur 3 tahun, aku pulang ke Surabaya bersama ibuku, itu sudah lama sekali bahkan aku tak ingat apa-apa hanya ada foto-fotonya saja. Jadi, ini merupakan perjalanan yang cukup panjang ke tanah Jawa bahkan dapat menjejakkan kaki hingga ke Indonesia bagian tengah.

Awalnya perlanan ini tidak diberi izin oleh orang tua karena terlalu jauh dan cukup lama, dan akhirnya dizinkan setelah travelmate ku meminta izin dan diberi pengertian selama perjalanan. Banyak destinasi yang kami kunjungi, dan akan saya tulis satu persatu perjalanannya. *bocoran aku ke Semeru dan Rinjani loh.

Kami memilih naik kapal karena selain murah kami juga dapat membawa kendaraan, karena liburannya cukup panjang apa salahnya pakai kapal, ehehe.

Karena jadwal KMP (Kapal Motor Penumpang) Dharma Rucitra hanya di hari tertentu saja, jadi aku mulai persiapkan semuanya sebelum kepergianku menuju salah satu primadona pulau di Indonesia bagi pejalan sepertiku. Kami melangsungkan pembelian tiket yang harus on the spot, ya meskipun bisa dipesan via online tetap saja harus datang ke Kantor ASDP dengan membayar 1.077.000 (sudah termasuk 2 penumpang, satu kendaraan dan tiga kali makan) untuk orang dewasa sepertiku, KMP Dharma Rucitra bisa dinikmati selama kurang lebih 32 jam atau satu hari dua malam, jauh memang bayangkan saja jarak pulau Kalimantan dengan Pulau Jawa harus melewati laut Jawa yang luas.

Hampir dua jam kapal ini masih sandar, dan tepat pukul 22:00 terdengar suara mesin menjalankannya. Terasa sudah ombak berombang-ambing, aku masih menyombongkan diri karena tidak terlalu mual seperti perjalanan daratan menggunakan mobil di akses jalan yang berliku-liku.

Yang dapat kami lakukan selama di kapal adalah, menonton film, bercerita, makan, menikmati live musik yang ada di ruang penumpang VIP (tidak terlalu menikmati sih ini, karena nyanyinya lagu dangdut semua, ahaha) dan jalan-jalan di beberapa sudut hingga anjungan kapal. Selayaknya penumpang kapal lain, kami juga memilih tidur.

Belum juga menuju alam mimpi, suara microfon kapal berbunyi, menandakan untuk mengambil jatah makan di ruang ekonomi.

Ruang duduk ekonomi menjadi tempat menyantap makananku, menu ikan goreng dan kacang panjang, entah apa namanya dihidangkan di wadah sterofoam tersebut langsung ku santap, sesekali melihat laut dari batas jendela. Hujan pun tiba, butir-butir air hujan membasahi jendela. Begitu pun di luar kapal.

Setelah perutku merasa kenyang, dan hujan pun sedikit reda, kami memilih berjalan-jalan di deck atas tidak begitu lama di atas karena angin cukup kencang, mengambil beberapa foto kemudian kembali ke dalam dan kami duduk dekat dengan warung kecil yang menjajakan kopi, mie instan, makanan ringan dengan harga dua kali lipat dari daratan. Sembari menunggu sore, berharap bisa melihat matahari terbenam namun sayangnya langit tidak begitu cerah, hanya sedikit saja cahaya senja yang tertampak. Aku lekas membidiknya. Sungguh senja yang syahdu.

Kemudian kami kembali ke dalam kabin, menonton film yang diputar oleh awak kapal dan menikmati makanan yang disedakan ABK. Sudah terlalu lelah akan panjang lebar kami bercerita, kami memilih istirahat. Tidak terasa tidurku terlalu lelap, dan subuh pun tiba.

Tidak terasa pukul 03:00 pagi, Pelabuhan Tanjung Emas sudah di depan mata. Welcome Semarang!

Be social share!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *