Ke Monas Naik Trans Jakarta

Katanya belum ke Jakarta kalau belum ke Monas, okelah aku buktikan. Pas ngecek aplikasi ojek online keliatannya cukup mahal, berhubung seumur-umur belum pernah naik busway, yaudah aku berniat untuk naik busway ke monas.

Perjalanan aku lanjutkan sambil menyusuri trotoar menuju Stasiun Kereta Api sambil nanya-nanya orang sekitar ‘kemana arah halte busway’. Eh, ada yang jualan pecel sama gorengan dua ribu. Mampirlah aku karena lapar, baru makan sebiji gorengan sambil menunggu pesanan pecal, tiba-tiba mbak-mbak nya panik, kirain apa ternyata ada sat pol pp, terus aku diajak ngungsi di gang dekat gedung pajak. *sambil makan gorengan tetep 😛

Pedagang Kaki Lima di Trotoar Kota Tua Jakarta

Tak lama kemudian pas keluar gang ada yang rame-rame lagi, pas nimbrung sama warga sekitar ternyata ada jambret, Ya Ampun Jakarta keras gais.

Lanjut ya, pas sampai halte dan aku baru buat kartu busway nya ternyata card nya sedang kehabisan stok, yaudah deh terpaksa pakai ojek online lagi haha, tak lama kemudian ditanya sama satpam yang lagi jaga di sekitar Stasiun Kereta Api, mau kemana deh, ngobrol-ngobrol sebentar dia bilang kalau ada Trans Jakarta lagi gratis buat jalan-jalan keliling wisata di Jakarta, yaudah lanjut mah kalau gitu.

Tiket Trans Jakarta Gratis

Menggunakan BIS trans jakarta yang memiliki dua tingkat ini dilayanni dengan ramah sekali oleh petugas, menggunakan fasilitas ini kita diajak ke beberapa titik halte yang umumnya merupakan tempat wisata di Kota Jakarta, seperti Museum Indonesia, Masjid Istiqlal hingga ke Monas. Wah seru ya.

Halte Busway, Juanda

Sejak diberlakukan penghapusan jalur “three in one” di beberapa titik jalan di Jakarta, salah satunya di Jalan Sudirman, Pemprov DKI dan TransJakarta menyiagakan 10 unit bus Transjakarta untuk mengangkut penumpang dari Bundaran Senayan menuju Halte Harmoni. Bus-bus ini beroperasi mulai dari Pkl. 05.00 – Pkl. 20.00 dan tidak dipungut biaya atau gratis. Berikut Infografisnya:

Sumber : http://transjakarta.co.id

Karena ikut BIS nya keliling-keliling, sambil memperhatikan keramaian Kota Jakarta akhirnya tibalah saya di Tugu Monas. Jadi, Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Kereta Keliling Monas

Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Senja di Monas

Saya menikmati suasana Monas hingga sore, sunset disini boleh juga.

Be social share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *