Rumah Adat Suku Dayak Bidayuh di Jagoi Babang

Nobody can bring you peace but yourself.

– Schode Ilham

Perjalanan yang jauh hingga ke perbatasan negara, diawali tanpa sengaja akibat virus yang disebarkan seorang Traveler Blogger Schode Ilham, alih alih cuma sekedar melihat air terjun di Sanggau Ledo Bengkayang, bersama Yandy Koresy perjalanan malah ditembus hingga Jagoi Babang, Bengkayang.

Jadi, Jagoi Babang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di perbatasan Kalbar-Serawak (kurang lebih 1 jam ke Kota Serawak). Bayangkan saja, kami benar-benar menginjak tanah milik Malaysia di perbatasan yang dijaga oleh tentara Indonesia dan Malaysia. Oh ia, perjalanan menuju perbatasan Jagoi Babang ini sekitar dua jam dari Sanggau Ledo, Bengkayang.

Rumah Dayak Bidayuh, di Jagoi Babang
Rumah Balug

Salah satu tempat yang kami kunjungi di Kecamatan Jagoi Babang ini adalah rumah adat Dayak Bidayuh atau masyarakat menyebutnya rumah balug. Rumah adat ini cukup unik karena memiliki bentuk lingkaran dengan diameter lebih besar dibandingkan dengan rumah adat dayak lainnya di Kalimantan Barat, letaknya pun di atas bukit. Unik bukan?

Kalau musim hujan kita sedikit kesulitan untuk sampai ke Rumah Balug ini karena jalan licin, namun jika tanahnya kering kita bisa sampai lokasi rumah adat menggunakan mobil. Tidak sulit untuk mendapatkan lokasinya, semua warga sekitar Jagoi Babang tau letak rumah adat ini.

Tentang Rumah Adat Balug, Jagoi Babang

Rumah Adat Balug sering digunanakan masyarakat dayak bidayuh untuk acara gawai naik dango dan nyobeng setiap tahunnya. Bahkan seluruh adat dayak dari Sarawak, Malaysia pun kerap hadir dalam acara tersebut. Acara tersebut dilaksanakan di lokasi rumah adat balug ini.

Rumah Balug, Jagoi Babang, Bengkayang

Rumah Adat Balug, sebagian besar bangunan terbuat dari bambu dan kayu yang diikat menggunakan ijuk, di kawasan rumah adat terdapat beberapa bangunan seperti replika rumah utama dengan ukuran yang lebih kecil dan satu rumah panjang yang lantai dan dindingnya full terbuat dari bambu.

Pondasi Rumah Adat di Jagoi Babang
Dinding Bambu

Saya sering sekali dengar istilah acara nyobeng tapi tidak pernah lihat langsung acara tersebut, jadi nyobeng itu adalah ritual memandikan atau membersihkan tengkorak manusia hasil mengahau nenek moyang, walaupun tengkorak musuh mereka menghormatinya sebagai tanda perdamaian.

Kecamatan Jagoi Babang dari Ketinggian

Masih sangat jarang sekali orang yang berkunjung ke Rumah Adat di Jagoi Babang ini, karena lokasinya cukup jauh dari pusat kota terutama Kota Pontianak, kalau dari Pontianak butuh waktu sekitar 6-7 jam untuk dapat sampai ke lokasi ini.

Jagoi Babang

Jauh memang, tapi siapa lagi yang bisa melestarikan budaya hingga ke batas negeri seperti ini. Kalian harus coba jalan-jalan kesini, karena jalan ke tempat yang beda memang seru, bahkan kita bisa mendapatkan pelajaran yang bermakna. Nanti akan saya ceritakan juga, perjalanan kami ketika berbincang bersama masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia di ujung Jagoi Babang.

Be social share!
  • M. Teguh

    Jadi pengen ke jagoi babang setelah membaca artikel ini.

    • Siti Mustiani

      ayoo ke Jagoi Babang, ntar bulan Mei sepertinya bakalan rame karena ada gawai dayak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *