Mengintip Pekan Raya Borneo Saat Siang Hari

Hari ini ada tempat hiburan di dekat rumah, tapi acaranya hanya sementara. Iya hanya diselenggarakan selama satu bulan saja, yaitu 14 Maret 2019 sampai 21 April 2019. Tempat hiburan tersebut dinamai Pekan Raya Borneo, diadakan di halaman komplek Borneo Business Icon yang terletak di Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

Area taman bermain, panggung hiburan, hingga stand-stand yang ada disini memang dibuat tidak permanen. Bisa dibongkar pasang gitu, karena memang hanya buka dalam beberapa waktu saja layaknya festival. Ukurannya memang tidak sebesar taman hiburan seperti Dufan, Ancol, dll.

Bianglala

Ukuran bianglala, ontang-anting rata-rata dibuat tradisional, bahkan komedi putar tidak menggunakan mesin loh, melainkan tenaga manusia. Meskipun begitu, antusias masyarakat yang datang, ramainya bukan main. Yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana mereka membawa lalu merakit alat-alat ini.

Tempat ini akan sangat ramai saat malam hari, yah namanya juga pasar malam. Germerlap lampu neon warna-warni, stand permainan dengan pilihan hadiah beragam, kuliner atau jajanan tersedia beraneka ragam. Kebetulan dekat rumah saya cukup penasaran untuk mengunjungi saat siang hari juga.

Kora-Kora
Komedi Putar

Oh jelas saja siang hari sepi, tidak ada wahana yang aktif. Hampir semua stand ditutup dengan terpal, hanya petugas yang berjaga saja, saya diizinkan masuk gratis dengan alasan hanya ingin melihat-lihat saja. Oh ya, sebenarnya masuk ke sini dikenai biaya Rp.10.000,- (tiket masuk + minuman gratis).

Namun sayang seribu sayang, justru minuman seperti itu menimbulkan sampah yang berserakan dimana-mana. Belum lagi sampah plastik lainnya, yah karena minimnya tempat sampah mungkin kebiasaan membawa sampah pulang belum menjadi gaya hidup.

Sampah?
Banyak Sampah
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *