Kuliner Arabian Food, Seafood & Dimsum di Warunk Abu Mumtaz 151

Western Food mungkin sering kita temui pada sejumlah kafe kekinian di sekitar kita. Pun demikian dengan sebagian eastern food, mulai dari hidangan khas Jepang, Korea, Tiongkok, atau yang terakhir Thailand. Namun, pernahkah kamu menemukan masakan khas Timur Tengah yang disajikan di kafe atau restoran?

Nah, kalau belum dan penasaran, mungkin kamu perlu ke Warunk Abu Mumtaz 151. Restoran yang berlokasi di Jl. Tanjung Raya II, Saigon, Pontianak Timur, Kota Pontianak ini menyediakan menu yang lumayan lengkap, mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Berikut adalah beberapa di antaranya!

Nasi Briyani

Biryani (Nasta’liq: بریانی; Hindi: बिरयानी; Arab: برياني) atau biriani, beriani, atau briyani adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari beras basmati) yang dimasak dengan rempah-rempah lalu ditambah dengan sayuran, atau daging (ayam, kambing, ikan, udang atau sapi).

Makanan ini berasal dari Asia Selatan (India dan Pakistan). Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani). Nama hidangan ini (“Biryani”) berasal dari Bahasa Persia, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam Minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.

Nasi Briyani

Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan kaldu berbumbu, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang sampai kaldu menyerap kedalam nasi. Biryani berbeda dengan Pullao (pilaf) (nasi bumbu) dalam cara memasak. Kalau memasak Pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.

Pelancong dan pedagang dari Bangsa Persia memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.

Kambing Asap Rempah Arab

Siapa yang tak kenal dengan kudapan gulai kambing. Kudapan berbahan daging kambing dengan kuah yang kental ini merupakan menu makanan yang sangat mengugat selera. Namun bagi mereka yang memiliki pantangan dengan menu berkolesterol tinggi tentunya harus hati-hati.

Kambing Asap Rempah Abu Mumtaz

Sebab daging kambing mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Lemak jenuh pada daging kambing sekitar 9 gr per 100 gramnya. 9 gram ini sudah mencakup 45 persen batas harian. Sementara total lemaknya 21 gram per 100 gr (atau 20 persen dari berat daging kambing adalah lemak).

Untuk pertama, kami coba kuahnya. Tidak kental tapi juga tidak encer. Kuah yang berwarna kuning ini sesendok kami rasakan. Rasa gurih yang terasa disuapan pertama. Kami coba memotong daging yang terdapat di tulang-tulang, tidak begitu sulit. Sangat mudah memotongnya, karena ia menggunakan kambing muda sebagai bahan utamanya.

Suapan daging kambing menggoda lidah dengan tekstur lembutnya. Ingin rasa ingin terus untuk menambah sedikit demi sedikit. Perpaduan berbagai rempah Arab menyempurnakan hidangan ini. Apalagi bagi yang tidak menyukai santan. Ini sangat wajib dicoba. “Hampir semua kita gunakan bahan asli Arab,” katanya lagi. (zbs)

Dimsum

Dimsum

Dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) adalah istilah dari bahasa Kantonis dan artinya adalah “makanan kecil”. Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau brunch. Namun karena dimsum populer ke dunia dari Hongkong maka istilah dimsum lebih populer dibandingkan dianxin.

Dimsum terdiri dari berbagai macam penganan kecil-kecil yang biasanya merupakan makanan bersama teh. Orang Kanton sendiri sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha (Hanzi: 飲茶, hanyu pinyin: yincha).

Egg Tart

Nah, sebagai oleh-oleh disini kamu bisa cobain Egg Tart dari Abu Mumtaz, satu kotak yang berisi 6 pcs ini bisa kamu bawa pulang.

Egg Tart Abu Mumtaz

Menu-menu di atas merupakan menus spesial yang dihidangkan kepada kami mencicipi makanan di Warunk Abu Mumtaz. Bisa disantap berjamaah, dengan harga yang terjangkau tapi mewah. Yuk mampir ^^

Warunk Abu Mumtaz 151

🕙 10:00 – 22:00
🍛 Arabian Food, Seafood & Dimsum
🍛 Halal, lezat & istimewah
📩 JL.Tanjung Raya 2,samping Gg. Pam

Be social share!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *