Pengalaman Daftar Asuransi Kesehatan Ditolak Gara Gara Tensi Darah

Ditolak itu rasanya perih. Jangankan ditolak sama gebetan, ditolak daftar asuransi kesehatan saja bikin kecewa. Asuransi kesehatan gitu lho. Sesuatu yang amat penting untuk melindungi diri dari risiko kesehatan. Apalagi alasannya bikin nyesek.

Itulah yang dialami seorang teman saya. Sebut saja namanya Lina, usianya 28 tahun. Syah dan, Lina tertarik mau daftar asuransi kesehatan. Dia merasa perlu memastikan perlindungan diri dari bahaya kesehatan yang mungkin mengancam suatu saat nanti. Kita tidak pernah tahu, mungkin di jalan terjadi kecelakaan, mungkin sakit parah sampai tidak bisa jalan, dan lain-lain. Risiko-risiko itu yang dikhawatirkan terjadi.

Tapi apa daya, Lina tidak bisa menjadi peserta asuransi kesehatan lantaran satu masalah yang juga berhubungan dengan kesehatan: tekanan darah tinggi. Lina memang orangnya emosian. Kalau ada yang nyinggung sedikit, dia bisa ngomel gak keruan sambil mencak-mencak.

Saat daftar asuransi kesehatan, Lina diminta ikut tes kesehatan alias medical checkup oleh pihak asuransi. Ternyata dia mengalami hipertensi. Tensinya 160/100 mmHg. Padahal normalnya 120/80 mmHg. Jadilah dia ditolak ikut asuransi kesehatan. Soalnya, risiko Lina jatuh sakit akibat hipertensi lebih tinggi. Pihak asuransi ogah ambil risiko itu.

Tapi orang asuransinya masih mau berbaik hati. Lina disarankan menurunkan tensinya dulu, baru daftar lagi. Gak mau gagal lagi, Lina pun mengikuti saran itu, seperti:

  • Joging tiap Sabtu-Minggu minimal 30 menit
  • Banyak makan sayur
  • Tidur minimal 7 jam sehari
  • Menghindari jeroan dan garam
  • Meditasi yoga tiap malam buat kurangi stres
  • Banyak-banyak senyum

Kini Lina udah mulai berhasil menurunkan tensinya. Cek terakhir, angkanya 140/90 mmHg. Dia mau menurunkannya sampai ke kadar normal.

Usut punya usut, masalah kesehatan ini cuma salah satu alasan pendaftaran asuransi kesehatan ditolak. Ada setidaknya empat hal lain yang bikin pihak asuransi gak mau terima calon peserta.

1. Pre-existing Condition

Orang daftar asuransi kesehatan buat meringankan biaya perawatan atau pengobatan jika terserang penyakit atau insiden. Tapi, jika penyakit itu udah dikandung badan sebelum daftar, terlebih penyakit serius, permohonan bakal ditolak.

Itulah pre-existing condition. Pihak asuransi bakal meminta pemohon menjelaskan apakah punya pre-existing condition alias riwayat penyakit serius.

Penyakit itu antara lain diabetes, autoimun, kanker, dan stroke. Orang yang pernah menjalani operasi jantung juga begitu.

Nah, jika pemohon berbohong saat daftar dengan mengatakan gak punya pre-existing condition tapi lantas ketahuan, klaim asuransi pasti ditolak. Pihak asuransi akan memeriksa catatan medis dan diagnosis dokter untuk memberikan penilaian.

Walau begitu, banyak perusahaan asuransi yang memberikan pengecualian untuk kasus pre-existing condition tertentu. Artinya pendaftaran asuransi kesehatan diterima, tapi si pemohon mesti membayar premi lebih besar.

2. Sering Sakit

Orang yang sering sakit, bahkan sampai bolak-balik masuk rumah sakit, juga berisiko mengalami penolakan saat mendaftar asuransi kesehatan. Soalnya orang seperti ini dianggap rentan dalam soal kesehatan. Klaim bisa jadi bolak-balik diajukan meski premi baru berjalan sebentar.

3. Kerjanya Berisiko Tinggi

Alasan ini sebelas-dua belas dengan soal pre-existing condition. Makin tinggi risiko kerja seseorang, makin kecil peluangnya ikut asuransi kesehatan diterima.

Pekerjaan itu seperti di pertambangan, wilayah konflik, area beracun atau berhubungan dengan racun, juga pilot dan nakhoda. Tapi perusahaan asuransi bisa juga menerimanya dengan syarat khusus.

Salah satunya ekstra premi untuk melindungi peserta dari risiko tinggi di tempat kerja tersebut. Ini udah banyak dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi.

4. Usia Senja

Pernah dengar orang sakit tua? Itu penyakit yang dihubung-hubungkan dengan kondisi orang yang menua. Orang yang berusia senja memang lebih rentan sakit-sakitan.

Karena itulah perusahaan asuransi menetapkan batas usia peserta asuransi kesehatan. Biasanya maksimal umur pesertanya 65 tahun. Jika lebih dari itu, permohonan hampir seratus persen ditolak.

Lina yang umurnya belum 65 tahun aja udah sakit tekanan darah tinggi. Pengalamannya bisa dijadikan pelajaran untuk gak mengulangi kesalahan yang sama.

Untungnya saya udah ikut asuransi kesehatan. Nasib orang siapa yang tahu? Mungkin saja hari ini bisa jingkrak-jingkrak karena merasa sehat walafiat, tapi bulan depan sudah terbaring lemah di rumah sakit karena sakit parah. Itulah kenapa perlu asuransi.

Be social share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *