Tag: Bengkayang

Semangat Belajar Anak Batas Negeri di Desa Tawang, Kalimantan Barat

Satu tahun lalu tepatnya Februari 2018 entah kenapa diri ini terbawa dalam perjalanan hingga ke perbatasan negeri. Tanpa ada agenda yang serius melainkan hanya sebuah perjalanan menikmati alam Kalimantan. Pada akhirnya di perjalanan ini saya justru menemukan suatu hal yang lebih daripada sekedar keindahan alam Indonesia di Kalimantan yaitu melihat Semangat Belajar Anak Batas Negeri.

Perjalanan itu ke Desa Tawang, Kabupaten Bengkayang Kecamatan Siding, Kalimantan Barat. Desa Tawang yang secara administratif merupakan daerah perbatasan langsung Serawak-Malaysia dengan Kalimantan Barat-Indonesia.

Rumah Adat Suku Dayak Bidayuh di Jagoi Babang

Nobody can bring you peace but yourself.

– Schode Ilham

Perjalanan yang jauh hingga ke perbatasan negara, diawali tanpa sengaja akibat virus yang disebarkan seorang Traveler Blogger Schode Ilham, alih alih cuma sekedar melihat air terjun di Sanggau Ledo Bengkayang, bersama Yandy Koresy perjalanan malah ditembus hingga Jagoi Babang, Bengkayang.

Explore Riam Ampang di Kabupaten Bengkayang

Bengkayang, ibarat wilayah yang terlalu melankolis dan romantis. Siapapun yang datang, ia akan terlena, merasa dicumbu berkali-kali dan dipeluk erat setiap pertemuan dengan suasananya. Hingga pada saatnya lupa akan jalan pulang. Setiap singgah di Bengkayang, aku belum merasa bosan secuil pun, begitu juga tidak ada alasan untuk tidak datang kembali.

Objek Wisata Riam Pangar, Sanggau Ledo

Musim hujan katanya nggak asik buat kemana-mana, tapi karena saya anaknya suka sekali main ujan-ujanan jadi nggak pernah masalah untuk tetap basah. Mungkin untuk menuju tujuan wisata yang harus menyebrangi laut memang harus sementara dihindari, nah kalau ada riam yang mudah untuk dijangkau?! Hujan nggak hujan kita akan tetap basah dong namanya juga main di air.

Tawang, Desa Terindah di Ketinggian Pegunungan Kalimantan Barat

Nan jauh di tengah belantara Pegunungan Kalimantan Barat, tersebutlah sebuah desa yang terletak di ketinggian sekitar 650 mdpl, tersembunyi diantara lebatnya hutan yang masih terjaga kelestarian alamnya.

Bagi penduduk setempat, hanya butuh waktu sekitar 4-6 jam untuk mencapai desa ini dari jalan terakhir yang bisa untuk dilalui oleh kendaraan bermotor di Desa Tamong