Tag: Book

Review Buku Anak : Mia dan Ikan Goreng

Hallo para ibu-ibu muda yang punya anak dan sulit sekali makan ikan. Pernah bingung gak sih gimana cara menyampaikan kepada sang anak tentang manfaat makan ikan. Sekarang jangan khawatir karena ada cara menyenangkan untuk memberi tahu sang anak tentang manfaat makan ikan. Karena Penerbit Erlangga for Kids meluncurkan buku barunya dengan Judul Mia & Ikan Goreng.

Tanggap Darurat Bencana Banjir

Bicara soal Air dan Manusia, kita semua tahu bahwa air merupakan sumber kehidupan yang sangat diperlukan oleh makluk hidup di dunia ini. Bahkan, planet kita sendiri 71%-nya terdiri dari air. Tapi siapa sangka air juga dapat menimbulkan bencana, misalnya banjir.

Di Indonesia sendiri banjir dikatakan sebagai bencana yang paling sering melanda dan terbilang paling merugikan, baik dari segi kemanusiaan maupun ekonomi.

Internet Sehat dan Aman dengan Cara yang Menyenangkan

Perkembangan teknologi internet yang kita rasakan saat ini benar-benar sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya para remaja yang mulai berkembang dan memiliki keingin tahuan yang kuat. Internet memang dipenuhi dengan hal-hal yang luar biasa, tapi siapa sangka ternyata banyak kemungkinan hal yang berbahaya juga.

Para pengguna teknologi internet ini sangat perlu tahu apa yang harus diwaspadai dan bagaimana cara untuk melindungi diri dari hal-hal berbahaya, apalagi pengguna sosial media.

Review Novel Yorick : Hidup Itu Berjuang

Buku novel berdasarkan dari kisah nyata ini sudah pasti sang penulis piawai nan lihai meramu kata dalam memaparkan cerita hidup dan konflik para tokoh serta menggambarkan latar kampung maupun suasana kota Rusia.

Menurut saya, Kirana Kejora sangat luwes sekali menjabarkan setiap babak adegan dan menceritakan dengan detil penokohan. Novel yang terdiri dari 336 halaman ini berfokus pada karakter Yorick dan segala perjuangannya memotivasi kepada sang pembaca bahwa hidup tak pernah patah, tak akan menyerah dan harus terus melangkah.

Buku yang Sama Kisah yang Berbeda

Sungguh, hal ini mengganggu pikiran saya karena sering saya gunakan sebagai sindiran bagi anak-anak yang berusia 18-23 tahun itu (mengacu ke kalian yang sering merasa menjadi korban sindiran saya). Maaf karena menggunakan istilah “anak-anak”. Sindiran saya mengenai mantan pacar mereka yang tidak setia atau mantan pacar yang diputuskan karena memiliki visi dan misi yang berbeda.

Ngapain kembali ke mantan kalau akhirnya akan sama?

Jika dia adalah yang terbaik, tidak mungkin dia sengaja memposisikan dirinya supaya menyandang status “mantan”.