Soal Latihan Metode Penelitian Sebelum UTS

Metode Penelitian merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diambil diseluruh jenis perguruan tinggi maupun universitas bahkan semua jurusan, karena Mata Kuliah ini akan mengantarkan kita kepada bagaimana pembuatan penelitian yang baik dan benar, sebab pembuatan penelitian merupakan syarat kelulusan mahasiswa S1 maupun D3.

Berikut ini adalah beberapa soal pada mata kuliah Metode Penelitian yang diberikan sebelum Ujian Tengah Semester. Jawaban dibawah ini tidak perlu diikuti karena saya menjawab sesuai dengan pengetahuan saya saja.

  1. Sebutkan model-model skala yang berhubungan dalam bidang pengukuran dan teknologi informasi!
  2. Apa yang dimaksud dengan skala sikap dan siapa yang pertama kali menggunakan skala tersebut?
  3. Apa perbedaan mendasar antara skala likert dengan skala gutman dan berikan contoh-contoh yang sesuai!
  4. Apa yang anda ketahui tentang skala semantik diferensial dan bagaimana menyusun skala tersebut dengan contoh nyata dalam penelitian
  5. Apa perbedaan utama antara skala rating dengan skala thrustone dalam bidang pengukuran terutama dalam bidang teknologi informasi.

Okey, baiklah akan kita kupas satu persatu pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ingat! jawaban ini diambil berdasarkan sumber-sumber yang menurut saya terpercaya.

  1. Model-model skala yang berhubungan dalam bidang pengukuran dan teknologi informasi adalah :
    • Skala LikertSkala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejalasosial.
    • Skala GuttmanSkala Guttman merupakan skala komulatif. Jika seseorang menyisakan pertanyaan yang berbobot lebih berat, ia akan mengiyakan pertanyaan yang kurang berbobot lainnya.
    • Skala Semantik Differensial, Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
    • Rating Scale, Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.
    • Skala Thurstone, Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama.
  2. Skala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat  dan nilai-nilai yang   menjadi   tujuan   pengajaran   dan   alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). Nilai yang paling cocok di evaluasi dengan skala sikap adalah yang bersifat rasional social.
  3. Perbedaan mendasar antara Skala Likert dan Skala Guttman Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.Skala Likert itu “aslinya” untuk mengukur kesetujuan dan ketidaksetujuan seseorang terhadap sesuatu objek, yang jenjangnya bisa tersusun atas: sangat setuju, setuju, netral antara setuju dan tidak, kurang setuju, sama sekali tidak setuju. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.
  4. Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang. Berikut contoh penggunaan skala semantic differential mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah.
    Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah 
  5. Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden. Misalnya responden memilih jawaban angka 3, tetapi angka 3 oleh orang tertentu belum tentu sama dengan angka 3bagi orang lain yang juga memiliki jawaban angka 3. Sedangkan Skala Thustone  Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur.
    Adapun contoh skala penilaian model Thurstone adalah seperti gambar di bawah ini.

    Nilai 1 pada skala di atas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.

     
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *