Mengenal Budaya Kalimantan Barat Sambil Berlari di Pontianak City Run 2020

Pontianak – Untuk kedua kalinya, event lari terbesar di Kota Pontianak yakni Pontianak City Run kembali sukses digelar pada Minggu 02 Februari 2020. Ribuan pelari nasional maupun internasional meramaikan event yang bersamaan dengan Festival Buah-Buahan Lokal (Eksotika Buah Lokal Khatulistiwa) 31 Januari – 02 Februari 2020 di Taman Alun Kapuas Kota Pontianak.

Event tahunan ini benar-benar memperkenalkan budaya khas Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak, mulai pengambilan nomor BIB dan aksesoris Race Pack di Gedung UMKM Center Dekranasda Kota Pontianak, tentunya dapat memperkenalkan UMKM Pontianak sebagai tempat oleh-oleh khas Kalimantan Barat berupa pameran produk UMKM.

Keistimewaan dari Pontianak City Run 2020 adalah konsep kebudayaan yang diusung Lari.id sebagai penyelenggara dengan menggandeng salah satu EO lokal yaitu Sporta Kalbar bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kota Pontianak dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pontianak. Dimana pada kegiatan lari marathon ini, sebagian peserta lari melewati tempat-tempat menarik Kota Khatulistiwa sehingga meningkatkan nilai pariwisata. Seperti Rumah Adat Melayu, Rumah Radangk, Tugu Digulis, Masjid Raya Mujahidin, Gereja Santo Yosep Katedral dan lain-lain.

Terkait rute lari, panitia event PCR 2020 bekerjasama dengan pihak kepolisian jadi tidak perlu khawatir di jalur yang bersinggungan dengan kendaraan bermotor atau jalur padat, semua sudah diatur dan diamankan oleh polisi, tidak lupa mobil ambulan yang standby untuk para peserta jika terjadi kendala.

Para peserta lari PCR2020 ini dilepas dan disambut oleh panitia yang mengenakan pakaian adat khas Indonesia, bersama dengan Bapak Gubernur dan Wali Kota Pontianak di garis start dan finish.

Oh iya, masih ingat dong ya diartikel sebelumnya saya pernah bahas medali yang menjadi ikon PCR2020 kali ini adalah ikan arwana atau masyarakat kalimantan menyebutnya ikan silok yang merupakan hewan khas Kalimantan Barat selain Enggang Gading. Ikan cantik ini salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan yang memiliki warna cerah mengkilat ini memiliki badan yang panjang ikan arwana juga ada yang berwarna keperak-perakan. Maka dibuatlah medali PCR2020 dengan ikon bentuk ikan arwana dengan warna keemasan. Semua peserta yang sampai finish tepat waktu mendapatkan medali cantik ini. Keren ya?

Selanjutnya, jika kamu ingin mencicipi jajanan khas Pontianak? di event ini tersedia puluhan stand kuliner khas Kalimantan Barat misalnya bubur pedas, mie sagu, jeruk pontianak bagi pengunjung yang datang dan peserta Pontianak City Run 2020. Nah, pasti dengan adanya event ini roda perekonomian khususnya di Kota Pontianak pasti berputar lebih cepat bersamaan event maraton tersebut. Kemudian peserta juga dimanjakan pameran buah-buahan lokal seperti durian, rambutan, pisang dan buah lokal lainnya di lokasi Taman Alun Kapuas Kota Pontianak.

Intinya dengan adanya event ini tidak melulu berkaitan dengan pelari saja, tapi juga bermanfaat bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) dan potensi wisata di daerah setempat.

Tidak kalah kerennya di panggung utama Pontianak City Run – Half Marathon 2020. Hiburan dari pengisi acara seperti Zumba, DJ Performance, pengumuman pemenang lari, undian satu unit motor untuk peserta bahkan kuis-kuis menarik lainnya.

Intinya, semua peserta bahagia dan dapat menambah wawasan tentang budaya Kalimantan Barat sambil lari keliling Kota Pontianak dan pulang membawa banyak hadiah. Selamat untuk para pemenang lari maraton, selamat atas suksesnya acara Pontianak City Run 2020 sampai jumpa di event selanjutnya tahun depan. See u next year 🙂

Be social share!

2 thoughts on “Mengenal Budaya Kalimantan Barat Sambil Berlari di Pontianak City Run 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *