Wisata Sejarah Istana Surya Negara Sanggau

Edisi tulisan #ExploreSanggau kali ini sedikit berbeda dari biasanya, kalau seringnya saya main ke Kabupaten Sanggu dan destinasi yang saya tuju adalah Bukit, Air Terjun, Danau nah spesial kali ini ada tentang Wisata Sejarah. Bicara soal sejarah, ternyata ada banyak hal yang menarik jika kita pelajari jadi gak melulu soal dia yang sudah tinggal kenangan, tapi sejarah yang saya maksud adalah hubungan antar suku yang sebenarnya sudah ada sejak dulu. Apalagi suku yang suka menjelajah dengan kapal kemudian menetap dan mengukir sejarah yang tak terlupakan.

Destinasi Wisata Sejarah saya kali ini adalah Istana Surya Negara Sanggau atau sering disebut Kesultanan Sanggau/Keraton Sanggau yang terletak di tepi Sungai Kapuas yang dilalui di Kota Sanggau. Bersama teman-teman dari Sanggau saya berkesempatan untuk mampir ke rumah yang dianggap bersejarah dan melihat-lihat berbagai barang, foto hingga tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan.

Gerbang Istana Surya Negara Sanggau
Alun Alun Kota Sanggau

Area keraton Istana Surya Negara yang didominasi bangunan dengan warna kuning cerah ini sebenarnya bangunan yang sudah melalui beberapa renovasi dan perbaikan. Karena dekat dengan sungai kapuas sepanjang tepi sungai juga dikembangkan menjadi tempat santai seperti alun-alun. Tentunya pembangunan area tepi sungai lebih rapi dan terlihat bersih yang didukung oleh Pemerintahan Kabupaten Sanggau.

Untuk lokasi Kesultanan Sanggau ini siapa saja boleh datang karena dibuka untuk umum, tapi tetap saja siapa saja yang datang harus izin/permisi dengan orang yang ada disana. Teras hingga ruang tamunya cukup luas, kawasan ini juga seperti rumah biasa pada umumnya. Bahkan kita bisa menemukan sofa yang cukup panjang dan empuk, lengkap dengan meja dan foto-foto di dinding ruangan.

Teras
Dinding

Nah, ruangannya tidak sampai disitu saja, ketika kita masuk lebih dalam ada ruangan yang paling luas kita bisa melihat sebuah Singgasana yang berkilau dengan emas.

Di ruangan bagian tengah ini terdapat tiang penyangga yang jumlahnya ada 4 buah, bisa masuk lewat beberapa pintu dari depan ruang tamu tadi. Sayangnya, untuk menuju ke tempat ini tidak bisa semua orang diperbolehkan. Apalagi bagi wanita yang sedang datang bulan dilarang untuk bisa masuk ke dalam Istana, takutnya mengotori kesucian tempat ini.

Singgasana Istana Surya Negara

Ada banyak koleksi yang masih bisa kamu lihat di keraton ini. Dimana, kamu masih bisa melihat baju raja dan ratu. Ada juga meriam, peti besi, kopiah raja, Alquran, lonceng, pedang, keris, gong dan masih banyak lagi yang bisa kamu nikmati disini.

Ada juga salah satu pedang yang konon menjadi salah satu saksi dari pendirian Kabupaten Sanggau. Pedang tersebut diletakkan di sebuah kain kuning. Dengan pedang dan gagangnya yang berwarna kuning keemasan yang panjangnya hampir 1 meter. Pedang kuno yang menjadi koleksi tertua di tempat ini.

Oh iya, ada satu yang menarik lagi nih, di keraton ini ada acara tahunan bernama Upacara Faradje. Dimana, masyarakat akan melakukan sebuah ritual untuk membersihkan semua benda-benda kerajaan. Tidak hanya itu saja, upacara ini juga dipercaya mampu membersihkan wilayah dari berbagai malapetaka yang akan datang.

Biasanya, benda-benda pusaka ini akan dimandikan dengan menggunakan tepung mawar, menurut masyarakat Melayu Sanggau sendiri tepung mawar adalah sebuah tepung beras yang sudah dibacakan dengan doa-doa. Upacara ini biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

Istana Surya Negara Sanggau
Jl. Pangeran Mas, Ilir Kota, Kec. Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat 78516

Tabik, semoga bermanfaat ^^

Be social share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *