Perbedaan Kampung Warna Warni Jodipan & Kampung Tridi

Kalau tidak mampir mungkin saya tidak akan pernah tau kalau Kampung Warna Warnni Jodipan dan Kampung Tridi itu beda desa/kampung tapi letaknya di kawasan yang sama hanya dipisahkan oleh sungai dan dihubungkan dengan jembatan kaca. Hayo loh siapa nih yang juga baru tau?

Padahal kepopuleran tempat ini sudah lama sekali, bahkan beberapa cat dan gambarnya pun sudah mulai memudar, jembatan kacanya pun tidak tidak terlihat seperti kaca lagi. Wajar sih ya, selain sudah termakan usia memang banyak sekali yang datang kesini, bahkan hingga hari ini.

Dan saya baru bisa mampir hari ini! Memang tipikal travel blogger yang datang bukan hanya karena viral, haha.

Anak-Anak Kampung Jodipan di Sungai Brantas (Perbatasan Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi)

Yes, ini pertama kalinya saya main ke Kampung Jodipan, dan ternyata untuk explore rumah-rumah warga yang diwarnai oleh salah satu project Universitas Muhammadiah Malang ini ada dua pintu masuk. Dan saya masuknya lewat Kampung Tridi, saat sampai kita tidak akan binggung ada banyak petugas/warga lokal yang akan membantu perjalanan kita.

Tiket masuknya sudah termasuk parkir motor dan dapat soufenir lucu (gantungan kunci) yang bebas dipilih sendiri. FYI, harga tiket masuknya sekarang Rp.3.000,-/orang. Apakah kamu pernah kesini? Berapa dulu harga tiketnya?

Mural Yowis Ben

Tidak hanya dicat biasa dengan warna-warna dasar sajah, beberapa dinding juga digambar sebuah mural. Salah satunya mural bergambar Yowis Ben ini. Pernah nonton filmnya? Kalau sudah pernah pasti sudah tahu kan kalau mereka semua syutingnya di Kampung Warna Warni Jodipan ini.

Saat dieksplore ternyata banyak juga sejarah terciptanya kampung seperti ini. Kita dapat menemukan informasi yang dikemas dengan infografis menarik di beberapa sudut lokasi.

Infografis Sejarah Kampung Warna Warni Jodipan

Antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi dihubungkan dengan jembatan kaca “Ngalam” Indonesia (Ngalam dibaca Malang). Jembatan mini berlantaikan kaca ini diresmikan penggunaannya oleh Wali kota Malang, Moch. Anton, 9 Oktober 2017.

Jembatan Kaca “Ngalam” Indonesia (Ngalam dibaca Malang) Diresmikan oleh Wali kota Malang, Moch. Anton, 9 Oktober 2017

Jadi gimana, apakah kamu dapat membedakan kedua kampung ini?

Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *