Heritage of Toba, Merasakan Kedamaian Jiwa di Danau Toba

HORAS! Hayoo, siapa yang tidak asing mendengar kata “Horas”, kata sapaan bagi penduduk daerah yang memiliki kain ulos terkenal ini memang cukup populer dengan bahasa masyarakatnya yang lantang dan berani.

Eitss, tapi ini bukan artian kasar atau marah-marah ya. Itu hanya aksen saat mereka berbicara saja, kenyataannya mereka sangat manis dan ramah, serta memiliki ikatan persahabatan yang kuat, dan menghargai perbedaan.

Itulah satu diantara beberapa keunikan yang dimiliki oleh masyarakat Provinsi Sumatera Utara.

Mendengar kata Sumatera Utara, apa yang paling diingat di benak kalian? Apakah Danau Toba, Bingke Ambon, atau penduduk yang memiliki banyak marga (bahkan jumlahnya ada lebih dari 400 nama marga/gelar)

Siapa sih yang tidak kenal dengan danau terluas di se-Indonesia bahkan se-Asia Tenggara ini, danau vulkanik terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika, kecantikannya memang enggak bisa dijelaskan. Katanya belum ke Sumatera Utara kalau belum mampir ke Danau Toba. Yap, benar sekali!

Danau tenang dengan luas 1.145 km2 juga menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Utara yang memang memiliki pemandangan kombinasi yang sempurna antara pegunungan hijau, udara sejuk, air jernih, dan merupakan danau terdalam di dunia yakni 450 meter, serta memiliki sebuah pulau di tengah danau bernama Pulau Samosir.

Dimana danau ini menyimpan keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna endemik, beragam desa wisata seperti air terjun, festival, kuliner khas, hingga kerajinan tangannya.

Seperti yang tertulis pada halaman website resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Danau Toba terbentuk akibat letusan Gunung Toba sekitar 73.000 – 75.000 tahun yang lalu. Letusan maha dahsyat itu bahkan mempengaruhi perubahan iklim dan menjadi permulaan zaman es. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan memusnahkan beberapa spesies makhluk hidup.

Wah, saya tidak bisa membayangin bagaimana situasi saat itu, pastinya mencekam ya.Sejarah terbentuknya Danau Toba di atas berbeda sekali dengan cerita yang aku dapat dari buku cerita rakyat tentang terbentuknya Danau Toba waktu masih duduk di sekolah dasar.

Yang saya baca saat itu, Danau Toba tercipta karena murkanya sang Putri Ikan yang dikecewakan oleh suaminya, seorang pemuda lokal. Pemuda itu ingkar akan sumpahnya tidak akan membongkar asal-usul istrinya (ikan yang menjelma manusia) kepada anaknya.

Istri yang kecewa itu pergi bersama anaknya meninggalkan desa, kemudian datanglah hujan badai yang menenggelamkan suaminya serta seluruh desa dan terbentuklah kubangan air yang dinamai Danau Toba.

Begitulah legendanya

Referensi:

  • Cover Foto: Bukit Holboug Danau Toba, Sumatera Utara by Adi Siahaan via flickr.com
  • Video: The Heart Beat of Toba by Kemenparekraf
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *