Cendol Mami, Best Dessert di Taman Melati Kuching
Kuliner dessert di Kuching yang sejauh ini aku tahu itu ABC (ais batu campur), Ais Krim Gula Apong, Milo Ice Cream, White Lady. Nah, sekarang nambah satu lagi nih berkat rekomendasi dari Farhan (teman tour leader ku dari Kuching, Malaysia yang baru ku kenal tiga bulan lalu haha).
Sebagai penggemar dessert, aku senang karena bisa mendapatkan jalur khusus rekomendasi jujur dari warlok, diantar, dan ditemani langsung ke tempat ini, namanya Cendol Mami. Kedai ini memang jarang disebut sebagai sebagai satu di antara place to go in Kuching, selain tempatnya tidak begitu besar, lokasinya pun aku rasa bisa dibilang hidden gem, tapi tetap jadi tempat favoritnya warga lokal Kuching.
Begitu pesawat AirAsia ku landing aku dijemput Farhan di KIA (Kuching International Airport) dan langsung menuju kedai Cendol Mami meskipun kondisi pertengahan September ini sering hujan, tapi kalau ditawari dessert maaf aku tidak bisa menolak hehe, dan kebetulan ini jam makan siang terus memang belum bisa check in di Hotel.
Saat kami tiba kelihatan dari luar sebenarnya tidak begitu ramai, tapi berhubung tempatnya yang tidak juga besar, dan tidak punya halaman parkir yang cukup luas, jadi aku dan Farhan sedikit butuh waktu untuk parkir mobil, yang akhirnya kami parkir di tepi jalan sekitar 200 meter dari lokasi kedai Cendol Mami. Sedikit gerimis, bukan jadi penghalang untuk sampai di kedai ini.

Dari tepi jalan plang tulisan Cendol Mami terlihat cukup jelas, bahkan ada yang letaknya cukup tinggi seperti tiang listrik (tapi tiangnya dari kayu) lengkap dengan gambar si dessert cendol bertuliskan “CENDOL MAMI” anyway kalau mau ke sini dengan petunjuk Google Maps juga bisa kok, lokasinya juga tepat!
Begitu dapat tempat duduk, staf datang membawa daftar menu dan mencatat pesanan kami. Aku memilih, tapi Farhan yang memesan (dia berbicara menggunakan bahasa Melayu Sarawak, satu sigek!). Semua menu kami pesan berbeda, termasuk makanan minuman dan dessert.
Walaupun makanan penutup, ternyata cendolnya datang lebih dulu, ku rasa penyajiannya memang cepat sekalian sama pesanan pengunjung lain. Kata Farhan, cendol spesial lebih enak karena pakai durian, tapi aku pesan yang cendol biasa. Bukan karena tak suka durian, tapi aku cenderung lebih suka makan durian fresh tanpa dicampur atau diolah dengan kondimen lain, hehe.

Satu porsi cendol mami yang biasa ini, ternyata cukup bervariasi kondimennya terdiri dari es serut, kacang merah, jagung, cendol, cincau, sirup kental gula merah (sepertinya gula apong), dan kuah santan cair. Rasanya manis!
Oh iya, sebenarnya aku lupa harga satu porsi cendol biasa ini, pikir ku sudah foto daftar menu, tapi ternyata baru sadar kalau yang aku foto bukan bagian pilihan dessert, yah mereka punya tiga halaman untuk daftar menu tapi yang aku foto hanya satu halaman saja.
Pilihan menu di Cendol Mami ini ternyata banyak betul, selain pilihan dessert berbagai menu camilan, minuman, makanan berat juga banyak. Contohnya saja beberapa menu mami yang ada di daftar berikut ini:

Karena sekalian ingin makan siang, Farhan pesan menu Ayam Bakar Berapi, karena menu itu tak tampak di gambar dalam daftar menu, jadi bayangan awal ku menu ini pasti pedas, tapi setahuku level pedasnya orang Malaysia ini masih di bawah standar pedasnya orang Indonesia ya, hehe.

Saat datang ternyata cukup jauh dari bayanganku, justru mirip nasi hainan ayam bakar fillet dan ada kuahnya. Tapi menu ini juga dilengkapi telur dadar krispi, kerupuk, sambal, lalapan sayur, lengkap dengan taburan (kacang?) di atas ayam fillet bakarnya. Wih komplit banget!
Sedangkan aku pesan nasi goreng cina, lebih ke cari aman takutnya tidak sesuai selera, nasi goreng tanpa kecap yang dimasak dengan potongan sayur dan ada jagungnya juga. Harganya juga murah, bikin kenyang karena ada potongan ayam, lalapan sayur, dan sedikit sambal. Hanya saja tipikal nasi goreng ini menggunakan nasi yang pulen, bukan yang kering.

Aku dan Farhan makan sambil ngobrol perihal update kehidupan (kebanyakan tentang pekerjaan), meski baru tiga bulan kenal, dan tiap dia datang ke Pontianak kami sempatkan untuk bertemu, dilanjut dengan obrolan kami kebanyakan via WhatsApp, aku rasa pertemanan kami cukup cocok karena sama-sama punya kegiatan produktif masing-masing.
Semua makanan kami habis bersih tanpa sisa, Alhamdulillah kenyang. Totalnya makan di sini sekitar 25 ringgit kurang lebih. Overall, makan siang di Cendol Mami aku puas, datang lagi? Sepertinya iyaaa, dan mungkin aku akan pesan menu lain selain yang ku pesan di kunjungan pertamaku ini, hehe.
Jumpa lagi ya! Jom Cendolling!
Cendol Mami
Alamat: 1, Q309, Taman Melati 2, 93050 Kuching, Sarawak, Malaysia
Jam Buka 10.30 am–6.00 pm (setiap hari kecuali Senin)
