Outing Class: Komplek Makam Kesultanan Pontianak
Tempat ini terpilih sebagai alternatif kegiatan outing class karena Keraton Kadariah sedang direnovasi. Jadi, penghujung Oktober 2025 ini aku berkesempatan membawa anak-anak kelas 10 untuk belajar sambil jalan-jalan ke tempat-tempat edukatif di Kota Pontianak. Sekalian deh aku ceritain pengalamannya seperti apa, karena ini sebenarnya juga pertamakalinya aku ke sini, ditambah tempatnya juga lebih bagus karena baru saja dilakukan revitalisasi oleh pemkot Pontianak.
Seperti tahun-tahun sebelumnya ada tiga destinasi dalam sehari yang masih sama yaitu Museum Provinsi Kalimantan Barat dan Tugu Khatulistiwa, tempat yang juga ku kunjungi ketika membawa wisatawan luar, namun berhubung Keraton Kadariah kabarnya sedang direnovasi sampai akhir tahun, jadi diganti dengan Komplek Makam Kesultanan Pontianak yang pada dasarnya masih punya hubungan sangat erat kaitannya dengan Keraton Kadariah juga Makam Juang Mandor.
Perjalanan kita mulai dari sekolah jam 7 pagi, menggunakan dua bis angkutan umum kota (mirip busway) dari Dinas Perhubungan Kota Pontianak, karena destinasi seperti museum dan tugu sudah sering aku ceritakan di blog ini, jadi langsung ke makam batulayang atau cagar budaya komplek makam kesultanan pontianak ya! ☺️

Ini jadi destinasi terakhir, terjauh, dan penutup kegiatan outing class, dimana lokasinya tak jauh dari Tugu Khatulistiwa (sekitar 2 kilometer lah), berada di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat.
Makam batulayang ini sebenarnya sudah cukup lama aku tahu, bahkan saat aku masih SMP, aku sering dengar cerita dari almarhum papaku yang pernah berkunjung ke sini, bahkan aku pun sering lewat depan gerbangnya ketika melakukan perjalanan ke luar kota, tempat ini juga kadang aku jadikan check point kalau ditanya saat trip sudah sampai mana, hehe.
Tapi apalah daya, karena lokasinya cukup jauh dari rumah, ditambah sering mendengar hal-hal yang bisa dikatakan cukup negatif (banyak pengemis yang memaksa), jadi membuatku belum punya niatan yang kuat untuk ke tempat ini, pernah sekali juga mau ajak teman untuk ngonten beberapa hari setelah direvitalisasi tapi ujung-ujungnya keduluan mager karena capek dan cuaca.
Tapi tetap aku masukan tempat ini sebagai bucket list must visit in pontianak, sambil berharap di waktu yang tepat, dan kedatanganku tidak mendapatkan pengalaman negatif yang sering orang-orang bilang.

Kami sampai ke Makam Batulayang menjelang siang dekat dengan waktu solat dzuhur, langit biru cerah, suhu cukup panas, juga sepi. Tidak ada tiket masuk, bis parkir di tepi jalan sebelum masuk area gerbang, terlihat beberapa warung yang menjual snack hingga aneka minuman dingin.
Aku tidak punya gambaran sebelum direvitasisasi tempat ini seperti apa bentuknya, bayanganku yang sepertinya sama setelah menelusuri informasi yang ada di internet adalah: letaknya di tepi sungai, gerbang makam menghadap ke Sungai Kapuas, di tengah sungai ada sebuah pulau kecil tak berpenghuni tapi sering disinggahi oleh nelayan, namanya Pulau Wangkang.
Berdasarkan informasi yang aku dapat dari beberapa sumber menurutku terdengar samar-samar, tapi ada yang bilang ini adalah pulau yang terbentuk akibat sebuah kapal tongkang (kapal besar) milik orang cina yang tenggelam lalu ditinggalkan cukup lama sehingga ditumbuhi tanaman-tanaman liar di atasnya.
Adakah yang penasaran di bawah pulau tersebut seperti apa? Tapi rasanya untuk cari tahu akan hal itu cukup butuh effort dan terdengar melelahkan ya, karena airnya tidak jernih ditambah tidak mungkin menunggu air sungai ini surut, oke skip!
Nah, waterfront-nya ini bisa dibilang cukup luas, terdapat toilet, mushola, aula terbuka mirip gazebo, beberapa tempat duduk santai, tanaman pohon yang baru ditanam, juga dermaga apung. Oh ya, ternyata selain jalur darat warga pontianak bisa mengunjunginya via jalur sungai, tapi aku belum dapat informasi naiknya dari mana yaaa, kalau ada nanti ku update lagi. Biar ada sedikit gambaran lokasinya seperti apa, berikut konten video singkat secara visual:
Namanya juga makam, tentu tempat ini adalah kawasan kuburan tapi kuburannya para mendiang raja-raja termasuk keluarga, kerabat, yang punya keturunan langsung dengan pendiri Pontianak, yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alqadri. Lokasinya ada yang di luar ada juga yang di dalam dengan bangunan rumah kayu yang terbuat dari kayu ulin kemudian dicat dengan warna yang didominasi khas Melayu Islam, yaitu kuning.
Aroma wewangian melati dan daun pandan semerbak di sini, kebanyakan orang yang datang biasanya melakukan ziarah makam, tidak sedikit juga ingin belajar mengenai sejarah bahkan silsilah keluarga para sultan. Buat yang ingin belajar, ada juru kunci di sini namanya Syarif Gunawan beliau juga salah satu keturunan raja-raja tersebut yang masih aktif mengurus kawasan ini.


Soal sejarah, silsilah keluarga, hingga upacara adat yang ada di sini kamu bisa cari sendiri ya, atau bisa tanya langsung sama juru kuncinya, oh iya tempat ini juga ramai dikunjungi menjelang hari jadi Kota Pontianak, beberapa pimpinan daerah biasanya datang ke sini untuk acara yasinan dan kirim doa.
Waktu kunjung ke sini bisa kamu lakukan pagi-sore, kabarnya kalau sore-sore di sini cukup bagus karena dapat sunset, untuk durasinya bisa disesuaikan kebutuhan, tapi menurutku sekitar 2 jam rasanya cukup. Tenang tidak ada pengemis/minta-minta seperti yang pernah didengar sebelumnya (tapi aku tidak janji kalau misalnya nanti ada, karena kunjungan kami di jam kerja juga jam sekolah).
Namun, ada satu ibu-ibu yang menyusun sepatu gitu di depan gerbang, dia meminta dua ribu atau seikhlasnya, kalau tidak ada uang kamu bisa jawab jujur saja, hanya kalimat ‘tidak boleh berbohong karena kita di depan makam’ membuatku ini seperti sedikit pemaksaan.




Baiklah, sekian dulu cerita singkat meskipun gak detail, semoga tulisan pengalaman ini bisa jadi gambaran ya kalau misalnya kamu berencana ke sini, atau sudah lama tidak ke sini dan ingin tahu kondisinya seperti apa sekarang.
Untuk yang datang semoga juga tetap menjaga kebersihan ya, jangan buang sampah sembarangan, jangan merusak tanaman dan fasilitas umum, saling jaga saling melestarikan tempat-tempat budaya biar nanti anak cucu kita juga bisa merasakan suasana dan cerita yang sama.
Sekian, semoga bermanfaat ❤️
Komplek Makam Kesultanan Pontianak
Alamat: Jl. Khatulistiwa, Batu Layang, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78114, Indonesia
