Segini Biaya Makan di Shenzhen per Hari, Ternyata Budget-Friendly!

Kalau ngomongin liburan ke China, biasanya yang langsung kepikiran adalah tiket pesawat, penginapan, transportasi, dan tiket masuk tempat wisata. Tapi, ada satu pengeluaran yang sering kali justru bikin penasaran, makan.

Apalagi kalau destinasi yang dituju adalah Shenzhen. Sebagai salah satu kota besar dan modern di China, mungkin ada yang membayangkan kalau makan di sini bakal menguras kantong. Padahal, setelah tahu pilihan makanannya, biaya makan di Shenzhen per hari ternyata masih cukup ramah untuk budget traveler.

Shenzhen juga bukan cuma soal gedung tinggi dan kawasan modernnya. Kota ini punya banyak pilihan kuliner yang menarik untuk dicoba. Mulai dari makanan lokal di kedai sederhana, jajanan kaki lima, restoran keluarga, sampai restoran yang ada di dalam pusat perbelanjaan.

Makan apa ya?

Jadi, kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Shenzhen dan masih bertanya-tanya, “Harus bawa uang berapa untuk makan sehari?” Yuk, kita hitung pelan-pelan.

Sebenarnya, berapa biaya makan di Shenzhen per hari?

Jawabannya tentu kembali lagi ke gaya makan masing-masing. Kalau kamu tipe traveler yang penting kenyang, bisa makan makanan lokal, dan tidak harus setiap hari nongkrong di restoran estetik, budget makan di Shenzhen sebenarnya cukup bersahabat.

Untuk makanan di restoran sederhana, harga satu porsi bisa berada di kisaran RMB 15–35 (IDR 35,000–80,000). Sementara untuk restoran dengan kelas yang sedikit lebih tinggi, tentu harganya bisa bertambah.

Sebagai gambaran, rata-rata makanan di restoran murah di Shenzhen berada di sekitar RMB 25 per porsi (sekitar IDR 58,000). berdasarkan data harga yang dihimpun oleh Numbeo. Kalau dibuat simulasi sederhana, kira-kira seperti ini:

  • Sarapan: RMB 15–20 (sekitar IDR 35,000-46,000)
  • Makan siang: RMB 20–35 (sekitar IDR 46,000–80,000)
  • Makan malam: RMB 25–40 (sekitar IDR 58,000–92,000)
  • fSnack atau minuman: RMB 10–20 (sekitar IDR 23,000–46,000)

Artinya, menyiapkan sekitar RMB 80–115 per hari untuk makan sebenarnya sudah cukup masuk akal bagi traveler dengan gaya hemat sampai menengah. Tinggal dikalikan saja dengan jumlah hari liburan. Misalnya, kamu liburan selama 5 hari, budget makan sekitar RMB 400–575 sudah bisa menjadi patokan awal. Tentunya ini belum termasuk kalau kamu tiba-tiba tergoda mencoba restoran fancy atau kuliner yang harganya lumayan bikin dompet menelan ludah. Hehe.

Catatan: Kurs yuan (RMB) ke rupiah sering berubah-ubah. Konversi di atas memakai kurs sekitar Rp2.300 per RMB dan hanya untuk gambaran. Cek kurs terbaru sebelum berangkat supaya perhitungan budget kamu lebih akurat. 

Sarapan di Shenzhen, Nggak Harus Mahal

Saya justru menyarankan untuk tidak terlalu terpaku pada sarapan di hotel. Kalau hotel sudah menyediakan sarapan dan memang cocok dengan selera, tentu boleh saja. Tapi kalau ingin merasakan suasana lokal, coba sesekali keluar pagi-pagi dan cari kedai yang ramai oleh warga sekitar.

Ada beberapa makanan yang biasa dijadikan sarapan di China, seperti baozi, bubur, mi, jianbing, atau youtiao. 

Jianbing misalnya. Jajanan ini berbentuk seperti crepe tipis yang biasanya dibuat dari adonan tepung, telur, daun bawang, saus, dan beberapa isian tambahan. Harganya juga relatif terjangkau, sekitar RMB 10–18 tergantung isiannya. Sementara baozi juga bisa menjadi pilihan kalau ingin sarapan yang simpel dan cepat. Dengan budget sekitar RMB 15–20, sudah bisa mendapatkan sarapan yang cukup mengenyangkan.

Menurut saya, justru momen seperti ini yang bikin pengalaman traveling jadi lebih seru. Bukan cuma datang ke tempat wisata terkenal, tetapi juga ikut melihat bagaimana aktivitas warga lokal dimulai sejak pagi.

Makan Siang Bisa Pilih Restoran Lokal

Masuk jam makan siang, pilihan makanan tentu semakin banyak. Kalau sedang jalan-jalan di Shenzhen, coba perhatikan restoran yang terlihat ramai oleh warga lokal. Biasanya tempat seperti ini bisa menjadi pilihan menarik kalau ingin makan enak dengan harga yang masih masuk akal. Menu yang ditawarkan juga cukup beragam. Ada nasi, mi, dumpling, tumisan sayur, olahan daging, sampai berbagai makanan khas Kanton.

Untuk restoran sederhana, budget sekitar RMB 20–40 per orang bisa menjadi patokan. Kalau ingin makan di restoran kasual yang lebih nyaman, siapkan budget lebih besar. Beberapa panduan kuliner Shenzhen memperkirakan restoran kelas menengah bisa menghabiskan sekitar RMB 50–150 per orang, tergantung restoran dan menu yang dipesan.

Jadi sebenarnya tidak ada angka yang benar-benar mutlak. Yang penting, sebelum pesan makanan, jangan lupa lihat harganya dulu. Apalagi kalau sedang di restoran seafood atau tempat makan yang menjual makanan berdasarkan berat.

Lokal Lebih Autentik

Street Food Bisa Jadi Pilihan Hemat

Kalau ingin hemat biaya makan di Shenzhen per hari, street food adalah salah satu pilihan yang menarik. Selain murah, jajanan kaki lima juga bisa membuat perjalanan kuliner terasa lebih seru. 

Bayangkan saja, setelah seharian jalan-jalan, kemudian menemukan penjual makanan yang aromanya sudah menggoda dari kejauhan. Mau lewat begitu saja? Rasanya susah, ya. Hehe.

Street Food

Beberapa makanan yang bisa ditemukan antara lain jianbing, dumpling, mi, BBQ, rice noodle, dan malatang. Harga street food sendiri cukup bervariasi. Sebagian makanan bisa didapatkan mulai sekitar RMB 10–20, sementara makanan yang lebih lengkap bisa berada di kisaran RMB 20–35.

Kalau pintar memilih, makan street food beberapa kali selama perjalanan bisa membantu menjaga pengeluaran tetap aman. Tapi tentu saja tetap perhatikan kebersihan tempat makan. Pilih penjual yang terlihat ramai dan makanan yang masih segar.

Kalau ingin makan di restoran, siapkan budget lebih!

Nah, kalau kamu tipe yang kalau traveling ingin sekalian kulineran, budgetnya tentu berbeda. Shenzhen punya banyak restoran yang menawarkan makanan Kanton, dim sum, seafood, hot pot, sampai restoran modern.

Untuk restoran kelas menengah, pengeluaran bisa sekitar RMB 80–200 per orang, tergantung menu yang dipesan. Apalagi kalau pesan seafood atau makanan premium. Jangan kaget kalau harga akhirnya jauh berbeda dengan saat makan di kedai lokal. Makanya, saya biasanya lebih suka membagi budget makan. Misalnya, pagi dan siang makan sederhana. Nah, malamnya baru deh pilih satu restoran yang ingin dicoba. Dengan cara seperti ini, kita tetap bisa menikmati kuliner tanpa merasa terlalu boros.

Contoh Budget Makan Sehari di Shenzhen

Biar lebih gampang membayangkannya, berikut simulasi sederhana biaya makan di Shenzhen per hari.

WaktuEstimasi
SarapanRMB 15–20 (sekitar IDR 35.000–46.000)
Makan siangRMB 25–35 (sekitar IDR 58.000–80.000)
Makan malamRMB 30–40 (sekitar IDR 69.000–92.000)
Snack/minumanRMB 10–20 (sekitar IDR 23.000–46.000)
TotalRMB 80–115 (sekitar IDR 184.000–265.000)

Menurut saya, angka RMB 80–115 per hari ini cukup nyaman untuk traveler yang ingin makan sederhana tetapi tetap punya kesempatan mencoba jajanan lokal. Kalau kamu lebih suka restoran atau sering ngopi di kafe, tentu siapkan budget tambahan. Begitu juga sebaliknya. Kalau sebagian besar makanan dibeli dari kedai lokal atau street food, pengeluaran bisa saja lebih rendah.

Jadi, berapa budget yang sebaiknya dibawa?

Setelah dihitung-hitung, ternyata Shenzhen tidak semenakutkan itu untuk urusan makanan. Untuk traveler yang ingin hemat, budget sekitar RMB 80–115 per hari bisa menjadi patokan. Kalau ingin lebih leluasa makan di restoran dan mencoba lebih banyak kuliner, budget sekitar RMB 150–250 per hari bisa dipertimbangkan.

Jadi, biaya makan di Shenzhen per hari sebenarnya sangat bergantung pada gaya traveling kita. Kalau mau hemat, pilih makanan lokal dan street food. Kalau ingin lebih nyaman, sesekali makan di restoran. Tidak perlu juga setiap kali makan mencari tempat yang mahal. Justru salah satu hal menyenangkan dari traveling adalah mencoba makanan yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya. Lagipula, siapa tahu dari sekian banyak makanan yang dicoba, ada satu yang malah jadi favorit dan ingin dicari lagi saat pulang. Hehe.

Kalau budget makan sudah kebayang, tinggal hitung kebutuhan lainnya. Penginapan, transportasi, tiket masuk tempat wisata, dan tiket pesawat juga jangan sampai lupa dimasukkan ke dalam perhitungan. Jadi, dari awal kamu sudah punya gambaran kira-kira berapa uang yang perlu disiapkan untuk liburan ke Shenzhen. 

Untuk tiket pesawat Jakarta Shenzen sendiri, sebenarnya bisa mulai dicek dari jauh-jauh hari. Saya biasanya suka lihat-lihat jadwal dan harga dulu, baru menyesuaikan dengan tanggal liburan.

Jadi, sudah kebayang mau menghabiskan berapa untuk makan selama liburan di Shenzhen? Jangan lupa sisakan sedikit budget untuk jajan juga, ya. Karena kalau sudah sampai di China, rasanya sayang kalau cuma lihat makanan dari jauh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *