Menikmati Pagi di Bukit Selong, Desa Sembalun

Pagi itu sebelum meninggalkan Desa Sembalun Lombok Timur, ahh desa ini terlalu cantik untuk dilupakan kemudian pergi begitu saja. Saat itu kami sempat singgah ke salah satu petakan kebun rapi bak karpet hijau yang dapat dilihat dari beberapa lokasi, satu diantaranya Bukit Selong. Ada begitu banyak petujuk arah untuk melihat indahnya desa dibawah bukit-bukit yang mengitari Gunung Rinjani.

Bukit Selong ini terletak di Kecamatan Sembalun dan masih berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Beberapa hari sebelumnya saat kami datang ke Desa Sembalun jalannya berkelok-kelok tajam dan menanjak, tapi sudah mulus beraspal. Oh iya, jika kamu ingin kesini, sebaiknya jangan memulai perjalanan pada sore/malam hari.

Jalanan pasti akan gelap gulita. Apalagi nanti akan ada satu titik dimana kita akan menembus hutan hujan tropis yang sangat rapat pepohonannya serta cuaca yang cukup dingin (maklum karena Desa Sembalun termasuk dataran tinggi). Tapi, kebahagiaan akan terbalaskan ketika siang hari karena akan kelihatan sangat indah.

Desaa Sembalun

Waktu yang tepat untuk datang ke Bukit Selong adalah pagi atau sore hari, untuk sampai di lokasi kamu dapat menggunakan Google Maps atau jika tidak cukup perhatikan petunjuk arah yang ada di sekitar jalan. Nah, jika sudah dekat kita akan melewati beberapa pepohonan bambu yang rindang dan dekat tempat parir terdapat sebuah loket masuk, oh iya biaya untuk ke bukit Selong hanya Rp.5000 per orang dan itu sudah termasuk biaya parkir.

Petunjuk Arah

Tepat di sebelah loket terdapat rumah adat Desa Beleq (Beleq artinya besar dalam bahasa Sasak). Ada tujuh buah rumah disana yang semuanya sudah ditinggalkan penghuninya. Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan disini selain melihat-lihat arsitektur rumah dan berfoto. Seandainya terdapat informasi mengenai sejarah dan berbagai fakta menarik tentang rumah ini.

Rumah Adat Desa Beleq
Sebelum Naik Bukit Selong

Beranjak dari rumah beleq, kami langsung naik ke Bukit Selong. Medannya super gampang, seperti naik tangga rumah!  Saking mudahnya, anak kecil dan orang tua bisa naik sendiri tanpa bantuan. Kecuali kaki kamu sudah sakit karena baru turun Gunung Rinjani, hehe.

Puncak Bintang
Hamparan Ladang Kebun

Cukup mendaki satu menit (serius!! hanya satu menit!) kami sudah sampai di atas bukit. Pemandangan sawah dan kebun yang berpetak-petak serta perbukitan yang cantik menyambut kami. Rasanya bukan hanya instagramable, tapi juga breathtaking. Membuat kami terkagum dan mengucapkan rasa syukur atas keindahan yang tak ada henti-hentinya.

Dari atas bukit ini kalau kamu menoleh ke arah kiri, kamu bisa melihat rumah adat desa Beleq dari sudut pandang yang lebih tinggi. Rumah adat terlihat semakin indah karena dibingkai oleh Gunung Rinjani yang puncaknya baru saja kemarin kami naiki.

Drone View
Bukit Pergasingan

Menakjubkan, dengan segera kami mengeluarkan drone untuk melihat petakan sawah lebih tinggi lagi, dan hasilnya memuaskan! rasanya jika wisata ke Bukit Selong sangat direkomendasikan untuk pendaki pemula selain mudah dijangkau tiket masuknya pun ramah dikantong, kamu juga bisa ajak keluarga kesini.

Eitss, masih banyak destinasi menarik lainnya yang bisa dinikmati di Desa Sembalun seperti wisata air terjun, memetik strawberry, dan masih banyak lagi. Keindahan Desa Sembalun memang layak untuk dinikmati lebih lama 🙂

Semoga bermanfaat ^^

3 Comments

  1. Huaaaa cakep banget viewnya
    Yang foto pengendara motor berlatar belakang gunung itu indah sekali
    Sedih aku belum kesampaian main ke sini. Padahal mupeng berat lihat petak sawah warna warni itu
    Pas ke Lombok akhir tahun kemarin mainnya sekitaran Lombok Tengah dan Barat aja

  2. Ga disangka, bukit selong indah banget ya. Jadi rindu pengen ke Lombok lagi.

  3. Lombok ini destinasi wisatanya emang keren, ya. Keliatannya adem dan nyaman, semoga bisa wisata ke sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *