Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur

Selain pantai, air terjun, gunung, bukit atau taman wisata alam, destinasi favorit saya ketika melakukan perjalanan adalah mengunjungi Taman Nasional, di Indonesia sendiri saat ini ada 54 taman nasional, sebagian kecil sudah pernah saya kunjungi sebagian besar lainnya belum, hehe. Berharap suatu saat bisa mengunjungi semua taman nasional yang ada di Indonesia.

Mengunjungi Taman Nasional biasanya tidak sembarangan, ada aturan dengan tujuan tertentu dan ada tiket masuknya. Taman nasional dimana pun punya keunikan masing-masing sesuai ekologinya. Hal ini membuat saya tertarik karena kawasan merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman Nasional juga kawasan yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Nah, mengunjungi Taman Nasional Baluran merupakan taman nasional yang saya kunjungi pertama kalinya setelah ditutup akibat Pandemi Covid-19. Bedanya sebelum pandemi dengan sekarang untuk mengunjungi taman nasional ini, pengunjung harus menunjukkan bukti Rapid Test Antibody/Antigen yang masih berlaku (bagi pengunjung dari luar provinsi Jawa Timur) sedangkan warga khusus warga Jawa Timur cukup menunjukkan Surat Keterangan Sehat/Dokter, terus kalau dari luar negeri wajib menunjukkan hasil Swab PCTR.

Peraturan ini mulai berlaku sejak 18 Januari 2021 hingga saat ini. Oh iya kamu bisa booking online dengan mengubungi nomor whatsapp 0812 1773 8500 atau melalui link https://bit.ly/FormKunjunganTNBaluran.

Kunjungan pertama saya di Taman Nasional Baluran ini sekitar pertengahan bulan Maret, jadi suasana kawasan ini lebih hijau daripada biasanya. Setidaknya butuh waktu seharian jika ingin mengexplore semua tempat yang ada di Baluran, tapi saya cukupkan hanya beberapa jam saja mengingat waktu kunjungan hanya dari pukul 07.30 sampai 16.00 saja.

Tidak masalah, setidaknya saya puas apalagi dapat mengunjungi beberapa spot populer disini seperti savana, mangrove dan pantai. Dari pintu masuk sebenarnya sudah langsung melihat kawasan vegetasi savana bekol, tapi kami memutuskan untuk mengunjungi yang terjauh terlebih dahulu.

1. Pantai Bama

Pertama adalah Pantai Bama, saat mengunjungi pantai ini kita akan disambut oleh kera abu-abu ekor panjang (mereka memang tinggal disini).

Pantai Bama

Pantai dengan pasir berwarna putih ini menghadap ke timur, kabarnya matahari terbit disini sangat bagus, area kawasan ini sebenarnya ada beberapa fasilitas umum seperti toilet, penginapan dan restoran (tapi sepertinya masih tutup saat saya berkunjung).

2. Dermaga Mangrove

Tidak jauh dari Pantai Bama, terdapat sebuah mangrove trail merupakan sebuah jembatan yang dikelilingi hutan mangrove yang rimbun. Ya, di daerah ini memang terdapat hutan mangrove yang masih terjaga keindahannya.

Gerbang Dermaga Mangrove
Mangrove Trail

Di ujung mangrove trail ini terdapat sebuah gazebo. Kita bisa duduk bersantai di sini sambil melihat pemandangan laut yang indah. Tidak lupa merasakan sejuknya sentuhan angin sepoi-sepoi dan teduhnya bayang-bayang pohon mangrove. Dari dermaga ini kita juga dapat menjumpai ikan-ikan kecil yang berenang mengitari akar-akar pohon mangrove hingga ke laut lepas.

3. Savana Bekol

Kawasan utama di Taman Nasional dengan lokasi sangat luas adalah Savana Bekol kawasan ini lengkap dengan padang savana (sabana, padang rumput yang dipenuhi oleh semak, terdapat beberapa jenis pohon yang tumbuh menyebar dan biasanya curah hujan rendah), sekaligus tempat tinggal para hewan liar seperti rusa, banteng, kerbau, monyet dan lain sebagainya.

Ekologi Savana Bekol

Beberapa pengunjung yang datang ke Savana Bekol ini sering menyebutkan tempat ini layaknya the little of Africa, karena memang memiliki wilayah savana luas, panas, dan terdapat hewan-hewan liar. Yaa, miriplah dengan Afrika kecil-kecilan.

Untuk kondisi jalannya sendiri cukup bagus, namun pengunjung tidak diperkenankan mengendarai kendaran dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam dan menggunakan suara kendaraan yang keras, karena akan mengganggu atau terkesan menakuti satwa.

Oh ya, di area ini juga tidak diperkenankan untuk menerbangkan drone ya, apapun itu alasannya. Kalau kamu ingin menikmati savana ini dari ketinggian kamu dapat naik ke atas gardu pandang, tidak wajib sih soalnya dari bawah pun pesona Taman Nasional Baluran tidak kalah menarik kok.

Tulang Kepala Banteng

Taman Nasional Baluran menyediakan beberapa lokasi yang dapat dijangkau oleh pengunjung, seperti savana terbatas, kawasan tulang kepala banteng atau halaman kecil untuk sekedar swa foto. Kita tidak diperkenankan untuk mendekati hewan liar apalagi menginjak savana alaminya.

Savana

Mengunjungi taman nasional seperti Baluran memang menyenangkan, kita dapat melihat secara langsung tempat hidup dengan ekosistem alami hewan liar, pesona alam yang mungkin jarang ditemui di daerah lain. Karena kawasan ini cukup luas akan terasa panas ketika datang ditengah siang hari, pohon-pohon tumbuh cukup jarang karena kawasan ini berupa savana.

Jangan lupa bawa air mineral menggunakan tumbler, tidak membuang sampah sembarangan, dan jangan sampai mengganggu hewan-hewan liar di habitat aslinya.

Yuk ke taman nasional!

Taman Nasional Baluran
Alamat: Jl. Raya Banyuwangi – Situbondo Km. 35 Wonorejo, Banyuputih – Situbondo, Jawa Timur
Tiket masuk: Rp.15.000,-/orang (lokal Indonesia)
Kendaraan: Rp.5.000,-/motor

Semoga bermanfaat ^^

Share this post:

3 thoughts on “Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur

  1. Asyik banget kakk jalan-jalan di Baluran, tergoda aku hahaa. Liat savanna nya di foto aja cantik banget, apalagi aslinya ya..

  2. Baluran nggak bakalan bosen dikunjungi berkali-kali
    apalagi daerah sana juga ada pantai Sijile yang tersembunyi, dan sama bagusnya dengan bama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *