Dataran Tinggi Dieng Negeri di Atas Awan

Selamat Pagi Dieng! Pagi-pagi sudah dibangunin sama mamanya Yandy untuk siap-siap berangkat karena om Tio mau ajakin explore kawasan Dataran Tinggi Dieng. Mau kemana kita om? Udah ikut aja, oke siyap kita ngekor. Daaannn berangkaaaat!

Perjalanan di Jawa Tengah saat Road Trip 2021 kala itu, sebenarnya rencana awal hanya singgah ke Wonosobo istirahat sebelum perjalanan dilanjutkan ke Bandung. Kebetulan mamanya Yandy dan om Tio sedang ada proyek disana, ya sekalianlah liburan ala-ala keluarga kecil bahagia.

Welcome to Dieng

Sudah prepare untuk bawa jaket tebal, sepatu, kaos kaki, kupluk, tapi yaampun tetap dingin juga (sok-sok’an pula pakai celana pendek plus legging demi gaya-gayaan buat foto, ampun dah).

Spot wisata di Dieng yang punya julukan Negeri di Atas Awan ini banyak sekali, gak tau dah ada berapa, banyak banget deh pokoknya. Kabarnya untuk eksplore semua tempat butuh waktu berhari-hari, belum lagi ekplore pegunungannya. Yah, karena kami hanya sekedar singgah, jadi kami mengunjungi beberapa spot secukupnya saja, semampunya, pokoknya sampai lelah lalu pulang. 

Saat masuk kawasan dataran tinggi Dieng yang berangsur-angsur sedikit demi sedikit agak menanjak, dingin, berliku-liku (seperti jalan pegunungan pada umumnya lah), sepanjang jalan disuguhi kebun sayur dan buah, yang tersusun rapi seperti tangga. 

Gardu Pandang Tieng

Sepanjang jalan kawasan dataran Tinggi Dieng ini punya spot-spot untuk istirahat atau kawasan yang bisa kita berhenti dulu, untuk jajan, foto-foto, menikmati pemandangan dan lain-lain. Nah, spot pemberhentian pertama kami adalah Gardu Pandang Tieng, sebuah teras diketinggian (belum cukup tinggi, karena masih ada yang lebih tinggi lagi).

Spot pertama, Gardu Pandang Setieng

Daerah ini berada di ketinggian 1789 mdpl (ew, sudah setinggi ini ternyata), tepatnya di atas Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Terdapat sebuah bangunan berbentuk gazebo dua tingkat seperti pos pantau.

Saya perhatikan beberapa pengunjung yang singgah, selain untuk ber swa-foto juga ada yang ngopi disana, karena terdapat beberapa warung yang menjual makanan/minuman hangat, tersedia juga fasilitas umum seperti toilet. 

Gerbang Dieng Plateau

Destinasi selanjutnya adalah Kawasan Dieng Plateau, menurutku ini hanya gerbang biasa yang di dalamnya terdapat berbagai pilihan kawasan lainnya.

Banyak beberapa pengunjung yang berhenti disini sekedar ingin berswa-foto di depan gerbang, saking ramainya kami gak sempat berfoto di depan gerbang, yaudah foto di tepi jalan dengan pemandangan kebun sayur dan buah milik warga saja, sudah cakep kan?

Perkebunan Sepanjang Jalan Dieng di depan Gerbang Dieng Plateau

Lagi di kawasan ini juga disediakan fasilitas umum termasuk warung dan toilet. Toilet memang banyak disediakan dimana-mana, yah karena kawasan dingin bikin pengen pipis mulu kali ya.

Candi Arjuna

Next ketempat yang epik, sebuah candi yang terletak di lokasi paling tinggi yaitu 1900 mdpl yap Candi Arjuna, suasananya bikin betah lama-lama disini. Menariknya Candi Arjuna ini sudah masuk Banjarnegara, ceritanya sudah pernah saya tuliskan di artikel Candi Arjuna

Candi Arjuna

Jadi, saya tidak akan bercerita panjang lebar di artikel ini tentang Candi Arjuna, karena sudah saya tulis sebelumnya. Tapi suatu saat saya akan kembali lagi ke tempat ini, terutama saat puncak musim panas. Kabarnya daerah ini justru lebih dingin bahkan ada beberapa salju/bekuan es. Hemmm, jadi penasaran. 

Dieng Plateau Theater

Lanjut ke destinasi selanjutnya, Dieng Plateau Theater walau pun sebelumnya sempat singgah ke Kawah Sikidang tapi karena aroma blerangnya terlalu kuat saat itu jadi kami memutuskan untuk membatalkannya. Karena lokasi Sikidang dan Plateau Thater ini bersebrangan jalurnya, jadi kami memilih ke arah berlawanan dari Sikidang. 

Dieng Plateau Theater dengan Pemandangan Danau Telaga Warna

Akhirnya sampai di sebuah kawasan dengan ketinggian, dan ada warung lagi. Nah, disini kami sempat jajan dulu, ada banyak gorengan, mie instan, dan minuman hangat. Lalu lanjut jalan lagi sampai menemukan spot foto dengan pemandangan sebuah danau telaga warna (btwe, fotonya juga ngantri). Eh pas giliran kita, awannya ngumpul jadinya ga keliatan pemandangannya, hadehhhhh. 

Batu Pandang Ratapan Angin

Perjalanan kami semakin tinggi daerahnya sodaraahh, yess tak jauh dari Plateau Theater ada sebuah spot dengan kebun-kebun, rumah pohon, jembatan bernama Batu Pandang Ratapan Angin. Daerah yang semakin tinggi sudah pasti pemandangannya juga lebih oke. 

Batu Pandang Ratapan Angin
Dari Atas Teras Puncak Batu Pandang Ratapan Angin

Nah, itulah beberapa kawasan yang sempat kami kunjungi semampunya di Dataran Tinggi Dieng. Seperti yang saya sebutkan diawal artikel, kawasan ini punya kawasan wisata yang sangat banyak. Beberapa sudah saya tandai untuk datang lagi seperti Gunung Prau, Kawah Sikidang, apalagi kalau ada Festival Musik yang dulu sering diadakan di Dieng. Uh, semoga ada lagi kesempatannya.

Sekian dulu artikel saya tentang Dataran Tinggi Dieng ini, karena sudah lelah kami memutuskan untuk pulang dan segera istirahat untuk melanjutkan perjalanan kami berikutnya. Terima kasih, semoga bermanfaat ^^

Share this post:

1 thought on “Dataran Tinggi Dieng Negeri di Atas Awan

  1. dulu mungkin taun 2011an waktu ke wonosobo belum rame soal Batu Pandang ini,, tau gitu kalau dulu sudah tau, bisa coba naik kesana 😀
    dan kesananya pas lagi puncak adem-ademnya, astagahhh ampun-ampun, sampe ngomong ke diri sendiri, kayaknya cukup sekali deh
    tapi makin kesini kok makin bagus aja di wonosobo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *