Mampir Jajan Choi Pan Tho Ce & Pisang Goreng Sudarso “AQU” Singkawang

Ceritanyaa, setelah camping ceria di Pantai Samudra Indah pengen jajan dulu sebelum pulang ke Pontianak, dan berhubung Kota Singkawang itu jaraknya tak begitu jauh dari lokasi pantai ini yakni kurang lebih 30 menitan, jadi langsung gass lahaha.

Mau makan apa di Singkawang? Kalau lihat-lihat beberapa destinasi yang pernah ditulis di blog ini sebenarnya cukup banyak ya, tapi kali ini pengen yang autentik, dan belum pernah dicobain, biar bisa sekalian dikontenin. Setelah diskusi singkat akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk mampir jajan ke Choi Pan Tho Ce dan Pisang Goreng “AQU” Singkawang.

Udah jadi kan kontennya? Udah dong, berikut ini:

Kalau mendengar kata Choi Pan Tho Ce aku jadi ingat artikel tentang choi pan legendaris yang ada di Kawasan Rumah Tradisional Marga Tjhia, setahu ku tempat ini sempat ramai apalagi gara-gara ada film Aruna dan Lidahnya yang dimana dibintangi oleh Nicolas Saputra yang juga sempat syuting di sini.

Oh iya, setahu ku juga dalam satu tahun terakhir ini kalau choi pan yang di rumah tradisional itu juga sudah tutup atau pindah atau buka cabang (?). Beberapa informasi yang bikin aku simpang siur, bahkan setelah aku upload konten video yang ku buat itu di TikTok, sebagian ada yang bilang kalau ini bukan cabangnya, tapi ku lihat di sosmednya tapi mereka punya hak paten.

Yah begitulah, ketika ada yang booming terus entah itu ada kaitannya dengan turunan sesama saudara dan lain halnya, persaingan bisnis, strategi marketing, intinya aku hanya ingin makan. Apa yang aku rasakan dan aku tulis ini sesuai pengalaman dan sejauh aku coba riset sebelum diposting yaa.

Choi Pan Tho Ce yang aku datangi ini berlokasi di Jalan Hermansyah Gang Dwi Tunggal Kota Singkawang. Bak rumah seseorang yang dijadikan tempat makan, pertama kali masuk mirip seperti rumahan yang ada teras, ruang tamu, hingga ruang belakang rumah (tapi indoor).

Choi Pan Tho Ce Singkawang

Karena kedatangan kami ada beberapa orang, jadi kami memilih duduk di area belakang yang lebih luas, dengan menggabungkan dua set meja 8 orang. Begitu duduk, petugasnya datang membawakan daftar menu makanan dan minuman di Tho Ce Choi Pan ini. Aku fotoin untuk update harga November 2025 ya.

Daftar Menu Tho Ce Choi Pan Singkawang

Seperti nama tempatnya, menu utama yang pasti kami pesan, bahkan semua varian isiannya juga, karena cuma ada tiga pilihan jadi tiga-tiganya kami pesan semua yaitu rebung, kuchai, dan bengkuang dengan jumlah perbandingan yang sama.

Choi Pan Rebung, Kucai, Bengkuang

Menu tambahan kami pesan rujak buah, tapi karena penasaran dengan rujak udang, jadi pesan itu juga. Untuk minumannya yang paling populer di sini, yaitu Sarsaparilla atau air sasi/air pipo khasnya Kota Singkawang. Oh iya, semua menu yang kami pesan ini semuanya menu sharing, jadi bisa dinikmati rame-rame. Kalau menu lainnya lagi gak kami pesan karena itu bisa ditemui dimana-mana.

Rujak Buah dan Rujak Udang
Sarsaparilla

Sebenarnya masih kenyang, tapi masih ingin makan sekalian jalan pulang singgah sebentar di Pisang Goreng Sudarso “AQU” Singkawang untuk take away, lagi pula memang lokasinya bukan untuk makan di tempat ya.

Menurut ku ini adalah salah satu kuliner yang emang cocok untuk semua kalangan, termasuk warga-warga Indonesia yang memang suka makan gorengan. Bagiku ini juga gorengan premium, agak mahal tapi sesuai dengan ukuran dan rasanya sih. Lihat saja, masih ada yang di goreng saja sudah ada banyak yang mengantri.

Pisang Goreng Sudarso AQU

Andalannya memang pisang goreng, ada yang wijen juga ori kipas, terus bisa bundling dengan mau yang satu porsi atau setengah porsi. Aku pilih yang pisang goreng ori kipas per biji, yaitu Rp.4.000,-/pcs. Mahal kan? Mahal tapi dicari 😭

Gak cuma pisang goreng kok, ada juga ubi jalar, bakwan teri, tahu isi ebi bihun, dan tempe crispi yang harganya masing-masing Rp.3.000,- per pcs. Kalau suatu saat harganya berubah perhatikan tanggal artikel ini kapan diposting ya!

Daftar Harga Pisang Goreng

Coba tebak berapa lama sudah mereka berjualan? Setelah aku telusuri ternyata sudah lebih dari 40 tahun, dan ini sudah generasi ketiganya. Ramai sudah pasti, karyawan juga banyak, tapi tetap saja mengantri. Begitu gorengan pisang yang ku pesan diangkat dari kulali besar dengan minyak panas itu, langsung dibungkus dengan cepat, aku bayar dan ku bawa pulang dengan senang.

Pisang Goreng

Mari memulai mengeksplorasi rasa pisang goreng di dalam mobil, sambil perjalanan pulang ke Pontianak, ooo tentu ini masih panas, ukurannya sesuailah ya dengan harga, lapisan pisang goreng sempurna dengan selimut tepung yang golden brown dan terlihat renyahh.

Ingin mencoba Gorengan AQU? Silakan langsung ke di Jalan Alianyang, depan Gang Nyiur, Kelurahan Pasiran dan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang.

Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *