Perjalanan kami explore kuliner, bangunan bersejarah, hingga pecinan di Kota Singkawang berawal dari ajakan Abil kepada ku untuk join di kegiatan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang di dalamnya ada program APEKSI Muda CKCK (Cerita Kota Cerita Kita) chapter Singkawang sebagai bentuk kolaborasi anak muda kota untuk belajar, berkarya, & berkontribusi.
Hehe, aku bukan anak muda Singkawang melainkan Pontianak, tapi berhubung masih di satu provinsi yang sama dan di Kalbar juga hanya punya dua daerah kota, jadi terlibatlah sebagian dari total jumlah perserta dalam satu kegiatan ini. Oh iyaa, agenda ini juga sekaligus bentuk perayaan menyambut hari jadi Kota Singkawang yang ke-25.

CKCK ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2026 sehari saja, nah di dalamnya dibagi menjadi dua kegiatan yaitu Cerita Kota Cerita Kita (100 peserta) di Cafe Tepi Sungai Singkawang, dan Warga Muda Walking Tour (50 peserta) di sekitar kawasan yang sama dengan kegiatan sebelumnya. Kami sebanyak 20 orang terpilih sebagai delegasi anak muda Pontianak, karena acaranya hanya sehari jadi kami berangkat pagi sekali dalam satu bis dari Kota Pontianak.
Perjalanan santai, hingga kami tiba di Singkawang menjelang siang satu jam sebelum acara dimulai, jadi sekalian deh kita brunch dulu. Siang itu Budi merekomendasikan satu tempat makan Bakmi Halal namanya Mie Kering Dian di Jalan Yos Sudarso No.11 (Simpang Masjid Raya) Singkawang. Siapa sih yang menolak makan bakmi, apalagi ini salah satu makanan favoritku.
Aku memesan mie kering original seharga Rp.22.000. Tipe mie kering yang asin pakai topping tahu cincang. Tipe mie kering homemade kecil-kecil dengan bumbu racikan turun-temurun membuat rasa bakmi ini enak tak tertandingi! Porsinya cukup besar, tapi ternyata aku habis juga satu mangkok ini. Selain bakmi yang original, ada juga yang pake topping jeroan. Dari aku datang sampai selesai makan, kedai ini tak pernah sepi pengunjung, apalagi Mie Kering Dian sudah tersertifikasi halal.


Taman Toleransi
Taman Toleransi terletak sederetan dengan Mess Pemda. Di sini terdapat tugu berbentuk Buah Tengkawang dan ini menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi masyarakat di Singkawang. Daerah ini, kini menjadi tempat wisata kuliner yang terkenal. Sepanjang jalan ini juga masih ada beberapa bangunan tua dan rumah kuno lainnya.





