Jaga Papua Agar Tetap Hijau, Sebagai Wilayah Konservasi Dunia

Papua, ah siapa yang tak kenal dengan keindahan tanah Papua yang selalu hijau bagaikan serpihan surga yang ada di bumi Indonesia bagian timur. Banyak orang yang ingin datang ke Papua karena masih banyaknya hutan yang tumbuh dan terjaga kealamiannya, itu sebabnya Papua sering disebut “Destinasi Wisata Hijau”. Ngomongin tentang Papua pasti yang paling terkenal adalah Raja Ampat, tapi ternyata tidak hanya soal Raja Ampat saja karena ada banyak hal menarik yang dapat dibahas tentang Papua.

Setuju sekali jika banyak orang yang ingin datang ke Papua, termasuk saya pribadi. Tapi mengunjungi Papua jangan semata-mata ingin menikmati alamnya saja tanpa diimbangi dengan tetap menjaganya. Nah, melalui artikel ini saya ingin bahas sedikit tentang indahnya Papua yang memiliki banyak destinasi wisata hijau, terutama soal ekowisatanya dan bagaimana cara untuk menjaganya dengan Eco Friendly Travel bersama EcoNusa Foundation agar Papua Tetap Hijau Sebagai Wilayah Konservasi Dunia.

Narak Gerotelo Papua! Onomi Fakhai

Narak Gerotelo artinya apa kabar dalam bahasa Papua sedangkan Onomi Fakhai artinya selamat datang. Hayoo siapa nih yang baru tahu? Pulau yang sering disebut dengan Bumi Cenderawasih ini memang unik dan menarik kalau dibahas bahkan terdapat lebih dari 250 lebih kelompok suku asli di Tanah Papua dengan bahasa yang unik dan berbeda. Tapi, sebelum mengenal lebih jauh tentang Papua, perlu kamu ketahui bahwa Pulau Papua terdapat dua provinsi yaitu Papua Barat dan Papua.

Pembagian Wilayah Provinsi di Pulau Papua

Dulunya sebutan daerah Pulau Papua ini adalah Irian Jaya yang diberikan oleh pejuang Papua bernama Frans Kaisiepo, penamaan dengan kata IRIAN sendiri merupakan singkatan dari “Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. Nama tersebut kemudian dipakai oleh presiden Soeharto sebagai nama provinsi yang didirikan di wilayah tersebut pada saat peresmian tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002, kemudian nama Irian Jaya dikembalikan menjadi Papua pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid sesuai UU No 21/2001 Otonomi Khusus Papua hingga saat ini.

Papua, Destinasi Wisata Hijau

Semua orang pasti setuju jika Papua menjadi Destinasi Wisata Hijau yang paling terbaik di dunia, wajar saja keindahan yang ditawarkan mampu membuat kita tak henti-hentinya berdetak kagum. Hal tersebut karena masyarakatnya menjaga betul alam Papua baik itu hutan, laut, pantai, gunung dan lain sebagainya.

Ada banyak destinasi menarik di Papua, tentunya yang mendukung pengembangan ekowisata. So, disini bukan hanya bicara soal wisata yang menyatu dengan alam saja ya, misalnya naik gunung, main arung jeram, menginap di resort atau camping. Kegiatan tersebut sebenarnya bisa saja malah merusak lingkungan. Ekowisata disini tentunya harus bersifat ramah lingkungan, juga ramah terhadap budaya dan adat setempat. Secara tidak langsung ekowisata akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga sekitar.

Ekowisata di Papua dan Papua Barat (Sumber foto dari kiri ke kanan : 1, 2, 3, 7 econusa.id, 4 arfaknews.com, 5 aspirasi bintuni, 6 pesonaindo.com, 8 goodnewsftomindonesia.id, 9 voinews.id)

Ada pun beberapa tempat yang dijadikan lokasi Ekowisata di Papua dan Papua Barat adalah:

  • Raja Ampat yang menawarkan wisata diving dan homestay
  • Wisata Mangrove di Teluk Bintuni
  • Pengamatan Burung di Pegunungan Arfak
  • Wisata Budaya dan pendakian gunung di Kaimana
  • Wisata Danau di Paniai
  • Seni Ukir di Asmat
  • Festival Lembah Baliem di Jayawijaya
  • Teluk Sarwandori di Kepulauan Yapen

Kepariwisataan seperti ini harus melibatkan masyarakat adat di daerah setempat agar dapat menjalin komunikasi yang baik dan membangun komitmen bersama dalam mengelola ekowisata di Tanah Papua, sebab masyarakat adat ini lah yang sebenarnya mengerti potensi alam yang ada, termasuk budaya, kuliner dan juga kerajinan tangannya.

Ditambah lagi, semua potensi ekowisata tersebut bergantung dengan hijaunya Papua, hijaunya hutan, uniknya budaya lokal, serta keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Itu sebabnya Papua merupakan Destinasi Wisata Hijau yang harus kita dukung agar tetap lestari.

Ada banyak usaha yang dilakukan misalnya Lokakarya Ekowisata Se-Tanah Papua yang berlangsung pada 17-18 Februari 2020 lalu, dimana kegiatan ini difasilitasi oleh Indonesian Ecotourism Network (INDECON) dan didukung sepenuhnya oleh Yayasan EcoNusa bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Tidak henti-henti dan tidak pernah bosannya saya berkata jika semua yang menjadi kebutuhan kehidupan kita sehari-hari berasal dari alam, yaitu hutan. Sudah selayaknya kita saling bahu membahu menjaga hutan tertutama di Papua sebagai Wilayah Konservasi Dunia.

Hutan Papua sebagai Wilayah Konservasi Dunia

Hingga saat ini, Papua merupakan benteng terakhir hutan di Indonesia, dengan semakin berkurangnya tutupan hutan di Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Saat ini Papua menjadi satu satunya kawasan hutan yang masih sangat utuh dengan tutupan sebesar 70%.

Hutan di Papua dan Papua Barat, Indonesia juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati terbesar di Bumi. Didalamnya terdapat 20.000 spesies tanaman, 602 burung, 125 mamalia dan 223 reptil hidup di Papua (termasuk hewan yang langka dan dilindungi seperti Burung Cendrawasih). Hutan Papua juga mendukung masyarakat lokal yang bergantung padanya untuk sumber mata pencaharian tradisional.

Papua Wilayah Konservasi Dunia (Sumber foto: econusa.id)

Menjadikan pembagian wilayah konservasi di Papua dan Papua Barat merupakan hal yang tepat agar hutan tetap terjaga sesuai dengan Undang Undang Dasar yang berlaku di Indonesia. Wilayah konservasi ini dijaga dengan baik, menekan setiap orang yang datang untuk patuh dan tetap dapat menikmati alam sesuai dengan porsinya.

Saat ini ada sekitar 47 kawasan konservasi di Tanah Papua, dimana terdapat 25 kawasan di Provinsi Papua Barat dan 22 kawasan di Provinsi Papua. Kawaswan Konservasi ini terdiri dari Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa dan Taman Wisata Alam yang tersebar luas di Tanah Papua.

Adapun kawasan konservasi yang saat ini ada di Papua dan Papua Barat berdasarkan sumber infomasi Peta Kawasan Konservasi di Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah:

Peta Kawasan Konservasi di Papua dan Papua Barat

FYI: Masih banyak lagi Kawasan Konservasi di Tanah Papua yang tidak dapat disebutkan, jika ingin melihat lebih lengkap kunjungi peta kawasan konservasi di Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disini.

Jadi, dapat dikatakan fungsi hutan itu sendiri sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Entah apa jadinya jika tidak ada lagi hutan seperti di Papua. Terlebih lagi, hutan Papua mampu menyelamatkan suhu dunia yang dilangsir pada artikel yang diterbitkan di kumparan.com, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat berkomitmen untuk menjaga luasan hutan Papua sebesar 70% ini. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi Papua Barat untuk mencapai target penurunan emisi nasional.

Contohnya saja kisah seorang pemuda Papua Barat bernama Absalom Kalamin dari suku Moi Kelim di Kampung Malagufuk, beliau adalah seorang pemandu ekowisata burung surga atau akrab disebut Burung Cendrawasih. Adanya ekowisata dan penjagaan hutan yang baik akan bermanfaat baik untuk semua makhluk di bumi, lihat video selengkapnya berikut ini:

Hutan berperan penting dalam hal menyelamatkan suhu dunia, sebab menjadi tempat menyimpan dan menyerap karbon terbaik. Salah satu karbon yang diserap adalah gas karbon dioksida (CO2) yang terkandung dalam udara.

Dalam mendukung wilayah konservasi dunia terutama hutan agar tetap hijau, tidak harus menunggu dari pemerintah atau dinas terkait lainnya. Pada nyatanya dapat dimulai dari diri sendiri di lingkungan masing-masing. Nah, bagi kabu para traveler atau pecinta alam jika ingin ke Papua, atau traveling kemana pun berikut saya tuliskan beberapa tips Eco Friendly Travel jaga alam Papua agar Tetap Hijau.

Eco Friendly Travel agar Papua Tetap Hijau

Mulai menerapkan Eco Friendly Travel itu sangat mudah dilakukan dari diri sendiri dan harus dilakukan terus menerus. Berikut beberapa upaya dan menjaga hijaunya alam di Papua:

1. Tidak Berfoto dengan Hewan yang Langka & Dilindungi

Sebagai kecintaan saya dengan hewan-hewan langka dan dilindungi di Indonesia, bahkan dibeberapa daerah di dunia, saya tidak pernah berfoto dengan hewan langka dan dilindungi. Cukup berfoto dengan replika atau boneka yang menjadi ikon daerah dan program-program pelestarian hewan lainnya.

Boneka Hewan langka dan dilindungi (Sumber: Dokumen Pribadi)

Kamu dapat menemukan boneka ini dibeberapa pameran atau pusat perbelanjaan, berfoto untuk sekedar memperkenalkan bentuk hewan dan tetap terus melindunginya. Perlu kita ketahui keberadaan beberapa hewan ini sangat penting di hutan, terutama di Papua agar kondisi alam tetap stabil. Dengan tidak berfoto, memburu apalagi memeliharanya, kita sudah mendukung pelestarian hutan.

NB: Salah satu boneka ikon ASIAN GAMES 2018 di Indonesia kemarin, menggunakan boneka Burung Cendrawasih bernama Bhin-Bhin. Bangga banget!

Biasanya, beberapa kegiatan atau pameran tertentu mereka membuat boneka dengan tujuan untuk membantu pelestarian hutan dan hewan dari hasil penjualan boneka tersebut. Dengan membeli boneka tersebut berarti kita sudah mendukung pelestarian hutan dan hewan tesebut.

2. Menggunakan Produk Kerajinan Hasil Hutan

Saya pribadi sangat mendukung pemanfaatan olahan hutan dan menggunakan produk-produk kerajinan masyarakat tepi hutan. Contohnya saja Noken, tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Kamu dapat menggunakannya juga saat traveling!

Noken (Sumber: id.pinterest.com)

Selain ramah lingkungan dan bebas plastik produk seperti ini juga membantu pembangunan ekonomi masyarakat sekitar. Karena fungsinya hampir sama seperti totebag, jadi kamu bisa menggunakannya untuk belanja di supermarket.

Tas Ramah Lingkungan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Sebagai rumah dari setengah biodiversitas negeri, pengembangan ekowisata di Papua dan Papua Barat dapat membawa dampak positif, di antaranya peningkatan kehidupan masyarakat setempat, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru.

3. Mengonsumsi Produk Unggulan Hutan

Beberapa produk unggulan dari Papua adalah buah kakao, betatas (ubi jalar), rumput laut dan kopi arabika. Nah berbagai tanaman dan buah khas Papua Barat ini banyak tumbuh di kawasan hutan papua hingga lautnya.

Buah Kopi dan Kakao (Sumber: id.pinterest.com)

Cobalah kopi arabika yang paling terkenal, serta buah-buah lokal lainnya selain harganya lebih murah, mengonsumsi makanan lokal juga sehat dan mendukung perekonomian penduduk sekitarnya.

4. Menjaga Laut Tetap Bersih

Tidak hanya di hutan saja, di laut Papua pun punya berbagai keanekaragaman hayati. Dimana keadekaragaman ini juga berguna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tepi laut, selain hasil laut hingga pariwisata bawah pulau atau bawah air seperti melihat terumbu karang.

Terumbu Karang di Papua (Sumber: econusa.id)

Kita boleh saja menikmati laut dan pantai, atau melakukan diving untuk melihat karang tapi harus tetap dilakukan dengan bijak, karena menjaga laut tetap bersih adalah tugas kita semua, jangan membuang sampah ke laut, tidak merusak terumbu karang dan tidak mengekspos lokasi yang dilindungi.

Manfaatkan dengan baik dan bijak keanekaragaman hayati di Pulau Papua, jangan dieksploitasi secara berlebihan agar kondisi alam tetap stabil hingga generasi mendatang.

5. Mendukung Kegiatan Pelestarian Hutan

Selalu mendukung kegiatan pelestarian hutan, ikut serta dalam kegiatan. Dengan saling bahu membahu pelestarian hutan akan terus terjuwud, semakin banyak pohon yang ditanam semakin bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia dan keanekaragaman hayatinya. Tidak hanya Papua, Indonesia pun akan hijau.

Menanam mangrove juga salah satu kegiatan rutin yang dapat ikuti di beberapa daerah termasuk di Papua, mencengah terjadinya abrasi serta memperluas area hutan mangrove tepian pantai.

Ekowisata Mangrove (Sumber: Dokumen Pribadi)

Tidak sampai disitu, tanaman mangrove yang sudah ditanam terus dipantau keberadaannya dan ditambah terus hingga ekosistem tetap terjaga, lebih baik lagi jika tempat seperti ini bisa menjadi tempat penelitian atau edukasi tentang tanaman mangrove bahkan tempat wisata. Sekarang tugas kita tetap menjaganya, dengan tidak merusak, membuang sampah sembarangan dan menjaga pohon tersebut tetap tumbuh (jangan dipetik).

Kekayaan dan keindahan alam di Papua dan Papua Barat harus sama-sama dijaga oleh semua stakeholder, baik pemerintah pusat, swasta, kelompok adat, kelompok agama, kelompok pemuda hingga masyarakat luas.

6. Patuhi Peraturan Kawasan Konservasi

Jika kamu datang suatu tempat terutama wilayah daerah konservasi, pastikan kamu memperhatikan peraturan yang sudah disediakan baik itu hutan, gunung, bukit maupun laut. Jika tempat tersebut tidak boleh dimasuki jangan memaksa atau mencari jalan lain untuk tetap masuk. Biasanya daerah yang ditutup tersebut adalah daerah yang benar-benar dilindungi dan sudah ada ketentuan hukum.

Kawasan Konservasi (Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

Jika kamu ingin menikmati alam untuk sekedar wisata, kamu dapat memilih wilayah konservasi seperti taman wisata alam karena kawasan kawasan tersebut selain dijadikan tempat pelestarian alam juga dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Dengan datang dengan membayar tiket masuk kamu sudah membantu perawatan dan ekonomi masyarakat di Papua dan Indonesia.

Masih ada banyak cara lain untuk mendukung agar hutan-hutan di Papua tetap terjaga kekayaan hayatinya selain tips yang saya berikan di artikel ini. Beruntungnya di Indonesia ada salah satu organisasi bernama EcoNusa Foundation atau Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan. Kamu juga dapat mengenal lebih jauh serta menambah pengetahuan kamu tentang Tanah Papua lewat sosial media EcoNusa Foundation dengan karakter lucu bernama Momotoa dan kunjungi websitenya juga di econusa.id.

Kenalan yuk Sama EcoNusa Foundation!

Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan (EcoNusa Foundation) adalah organisasi non-profit yang bertujuan mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia dengan memberi penguatan terhadap inisiatif-inisiatif lokal.

Untuk itu, EcoNusa mendorong pembangunan dan pengembangan kapasitas kelompok masyarakat madani, bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan strategi untuk advokasi, kampanye, komunikasi dan pelibatan pemangku kepentingan.

EcoNusa dan Momotoa (Sumber: Facebook EcoNusa Foundation)

EcoNusa juga mempromosikan dialog antar pemangku kepentingan untuk makin mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sekaligus juga untuk mengangkat keadilan, konservasi, dan transparansi. Yayasan ini resmi berdiri sejak 21 Juli 2017 dan berbasis di Jakarta.

Yayasan EcoNusa memiliki visi kedaulatan masyarakat untuk menciptakan pengelolaan sumber daya alam yang adail dan berkelanjutan khususnya di tanah Papua dan Maluku.

Ada banyak upaya yang telah dilakukan oleh EcoNusa Foundation untuk membangun Indonesia khususnya Papua agar lebih bekembang dan tetap mempertahankan kualitas alamnya, berikut 10 Program EcoNusa Foundation yang telah dirangkum berdasarkan paparan econusa.id :

  1. Advokasi Kebijakan, Advokasi Kebijakan dan Kerjasama Strategis, menjembatani pemangku kepentingan yang ada di Indonesia Timur.
  2. Ketahanan Masyarakat Adat, pengembangan Kapasitas dan Ketahanan Masyarakat Adat Mengembangkan ketahanan masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
  3. Gerakan Laut Berkelanjutan, gerakan bersama untuk perbaikan tata kelola dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  4. Pusat Komunikasi Indonesia Timur, dukungan Komunikasi Stategis untuk Indonesia Timur dengan menyebarkan kisah sukses dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
  5. Jaringan Komoditi Adat, dukungan diberikan terhadap inisiatif-inisiatif lokal di wilayah timur Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam, melalui pemanfaatan komoditas hasil pesisir laut dan hutan termasuk jasa lingkungan (ekowisata) di dalamnya.
  6. KORAL atau Koalisi NGO Untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, aksi sebagai rangkaian kerja-kerja advokasi kebijakan dan kampanye publik untuk mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia (sustainability and justice).
  7. Jaringan Ekowisata Adat, pemerintah berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan para pemangku kepentingan lokal, memfasilitasi program pengembangan ekonomi masyarakat serta menggali potensi-potensi tersebut demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
  8. Sekolah EcoINVOLVEMENT, School of Eco Involvement (SEI) adalah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk administrator desa atau kampung dan masyarakat lokal yang tinggal di dekat area konsesi kelapa sawit di Tanah Papua dan Maluku.
  9. Mari Cerita (MaCe) Papua, agenda yang dilaksanakan dua bulanan untuk mengenalkan praktik-praktik terbaik yang terjadi di Tanah Papua, terutama terkait upaya konservasi lingkungan berbasis masyarakat. Mari Cerita (MaCe) Papua juga ada di platform digital untuk menyebarkan nilai-nilai positif tentang hutan, budaya dan masyarakat di Tanah Papua bersama Kumparan.
  10. Sekolah EcoDiplomasi, program dengan melakukan kolaborasi dengan anak muda, terutama di Tanah Papua, sebagai diplomat lingkungan yang aktif mengkomunikasikan isu hutan, laut, dan perubahan iklim kepada publik.

Gimana, keren-keren gak tuh program-program dari EcoNusa Foundation?Yuk sama-sama menjaga hutan dan laut Indonesia Timur! Jaga Papua agar tetap hijau, jadikan Papua sebagai wilayah konservasi terbaik dunia! Kamu juga bisa ikut menjaga hutan dan laut Indonesia Timur bersama EcoNusa dengan menjadi sukarelawan atau magang di EcoNusa. Dapatkan juga informasi dan program terbaru dari EcoNusa dengan cara mendaftarkan email kamu di halaman web econusa.id atau update terus di sosial media di instagram econusa_id, facebook EcoNusa Foundation, twitter @econusa.id dan channel youtube EcoNusa TV. Salam lestari!

Kalo ko ada cerita tentang Papua, ko bisa bagikan lewat tulis kah, atau bikin video kah, supaya banyak orang yang tau. Bersama kitorang jaga Papua! Ko ikut?

Disclaimer: Tulisan ini diikut sertakan dalam Wonderful Papua Blog Competition yang diselenggarakan oleh EcoNusa Foundation dan Blogger Perempuan Network #BeradatJagaHutan #PapuaBerdaya #PapuaDestinasiHijau #EcoNusaXBPN #BlogCompetitionSeries

Referensi:

  • Cover Foto : Beautiful Raja Ampat from Wikipedia
  • Infografis: Siti Mustiani, Video: EcoNusa TV
  • Irian Jaya: https://id.wikipedia.org/wiki/Irian_Jaya
  • Tentang Papua: https://www.indonesia.go.id/province/papua
  • Hutan Papua selamatkan Suhu Dunia: https://kumparan.com/econusaid/dari-hutan-papua-selamatkan-suhu-dunia-1s4x4uxspAb
  • Tentang EcoNusa Foundation: https://www.econusa.id/id/about
Be social share!

69 thoughts on “Jaga Papua Agar Tetap Hijau, Sebagai Wilayah Konservasi Dunia

  1. Mantaaap banget mbaaak ulasannyaa as always 😁 yuk sama samaa jaga papua dengan lebih bijak dalam merawat alam, menggunakan sumber daya yg ada, dan makin cinta dengan fauna” yg super unik dan bahkan hampir punah. Suksesss yaa lomba blognya 😁

    1. Terima kasih Mas Lucky, mari kita bersama jaga Papua dengan merawat alam dari diri sendiri. Jangan sampai anak cucu kita tak sempat merasakannya, sukses juga mas buat ngeblognya 😀

  2. Papua, negeri impianku yg pengen aku kunjungi. Btw, program-program mereka keren banget ya..semoga dengan program tersebut bisa menghijaukan Papua lebih banyak lagi..Aamiin…

    1. Samaaa, pengen banget buktikan keindahan Papua saya juga belum pernah kesana, duh pasti indah banget. Semoga suatu saat bisa belajar lebih tentang Papua bersama EcoNusa Foundation. Amiin

  3. kalau tiap insan yang berkunjung ke tempat wisata apapun itu dan selalu menjaga kelestariannya, pasti bakalan bertahan lama kawasan tersebut, begitu juga dengan ekosistem didalamnya

    1. Papua buatku memant the best banget. Dari ekosistem alam dan budayanya di sana masih terjaga. Semoga selamanya terus tetap terjaga.

      Keren banget nih EcoNusa Foundation, yayasan yang non profit untuk memberikan pelayanan baik untuk Papua serta masyarakatnya.

      1. Amiin, untuk menjaga Papua bisa kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sendiri. Kita doakan semoga sukses juga untuk EcoNusa Foundation, memberikan kontribusi lebih untuk Indonesia khususnya Papua

  4. Semoga alam Papua selalu hijau dan jauh dari para penjamah yang tidak bertanggung jawab. Dan semoga aku nanti punya kesempatan menikmati indahnya alam Papua juga 🙂

  5. Ngomongin Papua ini memang paling yang mudah diinget adalah Raja Ampat. Ada banyak yang terobsesi ingin sampai kesana pastinya untuk melihat langsung keindahan wisata hijau nya yah,mbak. Btw,tidak berfoto dengan hewan itu penting banget karena sering saya lihat banyak yang suka foto bareng hewan gitu.

  6. Mungkin saranku dapat jadi masukan buat banyak orang untuk masyarakatnya tetap terus mempertahankan gunain ciri khas pakaian Papua dan segala pernak-perniknya …, jangan dihilangkan dan jangan dianggap tabu atau porno.
    Karena itu, salah satu keeksotisan mereka yang bikin banyak orang tertarik datang kesana.

    1. Iyaa dong, bangga banget pokoknya Papua ada di Indonesia. Hehe, makasih loh kak Marita. Betul sekali, harus semua pihak dapat berpartisipasi dan kita juga bisa memulainya di lingkungan kita sendiri. Semangat 😀

  7. Mba nya pecinta lingkungan ya, cocok banget nulis ini. Oh, aku baru tau Irian itu sebuah akronim toh. Ternyata bagus namanya. Semoga Papua tetap terjaga ya Mba krn fungsinya krusial banget buat keseimbangan dunia. Aku sedih dengar2 Papua sudah mulai ditanami kelapa sawit.

  8. Saya belum pernah ke Papua, Mbak, dan mupeng sekali pengin ke sana. pesonanya selama ini, baru bisa saya saksikan lewat televisi, dan media cetak dan sosial media. Salah satunya pengin ke Raja Ampat hehehe.
    Saya setuju sekali, salah satu pelestarian hewan, tidak perlu berfoto dengan hewan aslinya. Cukup dengan boneka atau replikanya saja. dan saya suka sekali kalimat, jangan hanya menikmati tempat wisatanya, tapi juga harus menjaganya. Dan ini wajib berlaku untuk semua tempat wisata di Indonesia ya, Mbak.

  9. selalu jadi impian sih buat k Papua. Oya mba, bener juga sih dengan menjaga kelestarian fauna, kita sebaiknya ga berfoto langsung sama dia ya. Nice insight nih

    1. Iya kak Grandys aku juga, masih banyak loh kak cara lain untuk menjaga kelestarian fauna terutama di Papua. Bisa dimulai dari di lingkuran sekitar, foto sama boneka juga lucu kok hehe 🙂

  10. Harus! Bahkan bukan hanya sumber daya alam yg ada di Papua saja yang harus dilindungi dan dijaga, tetapi juga daerah lainnya.

  11. Alam Papua emang indah. Perpaduan warna hijau dan biru menjadikan Papua pantas disebut surga. Aku probadi bersyukur dengan kehadiran EkoNusa Foundation yang concern banget dengan keseimbangan alam. Semoga kontribusi EkoNusa konkrit dan menyeluruh ke seluruh pelosok Indonesia.

  12. Di era informasi yang terus berkembang seperti sekarang, banyak tempat wisata yang dulu tidak terekpos sekarang gampang sekali untuk didatangi karena infonya tersebar luas. Penting banget memang buat kita tetap menjaga agar lingkungan hijau yang menjadi tempat wisata tetap hijau, hal-hal yang disebutin di atas itu wajib banget nih dibaca buat orang-orang yang cuma liburan buat ngerapihin feeds atau nambah like dan komentar. Alam harus dijaga biar kehijauan yang ada gak rusak

  13. Raja Ampat menjadi tempat favorit traveler, karena menyimpan sejuta keindahan alam yang sangat memukau. Tak heran jika banyak turis asing yang singgah liburan kesana.

  14. Wah titik konservasi di Papua banyak juga, pengin mendatangi satu persatu, wishlist banget dalam hidup Papua tuh. Dan tas noken, tentu sajaa pengin ngeliat proses pembuatannya langsung. Mengenai jgn foto sama hewan langka aku setuju bgt kak, agar ttp lestari dan tdk terganggu

  15. Belum pernah ke Papua langsung, kepengen ya. Apalagi pas tahu keindahan alam hutan dan laut Papua yang luar biasa. Memang benar semboyan yang mengatakan kalau bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi?. Berharap dengan adanya EcoNusa ini Papua tetap terjaga keasriannya.

  16. masyaalloh papua,, kapan aku bisa kesanaaaaaa,, uuuuhuhuhu

    kayakynya perlu nabung khusus utk budget ke papua ya mbak siti. teman ada yang disana kera du UT. sering dikirimin gambar pemandangan2 disana, masyaalloh

  17. Kopi dan cokelatnya bikin mupeng. Papua memang lengkap wisatanya. Kekayaan alam dan sumber bumi, juga kulinernya ga kalah dibanding daerah lain. Semoga tetap lestari lewat pengetahuan di lomba ini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *