Bukit Kelam, Sebongkah Batu Raksasa Dunia di Tanah Borneo

Batu apa ini??? besar sekali!! tiba-tiba Speechless~ Kayanya kata tersebut tidak cukup hanya untuk mendeskripsikan bagaimana kami sangat terpukau akan keindahan bongkahan batu raksasa yang ada di Kabupaten Sintang. Saking mengagumkannya kami sampai tidak bisa berkata-kata tapi didalam hati bilang “wow banget!” selama perjalanan yang berbukit dan berliku menuju kaki Bukit Kelam, dari pusat Kota Sintang menggunakan kendaraan motor bersama teman kami yang kebetulan tinggal di Sintang.

Perjalanan singkat ke Kabupaten Sintang kala itu, hanya sekedar mampir karena penasaran dengan bentukan Bukit Kelam yang selama ini hanya lihat-lihat di sosial media saja terlebih lagi ini pertama kalinya kami ke Kabupaten Sintang. Benar saja batu raksasa setinggi 1002 mdpl itu benar-benar berdiri kokoh, membentang luas dari barat ke timur. Kemudian di depannya terhampar tanaman padi yang hijau hingga tampak seperti permadani milik warga suku Dayak Borneo. Pemandangan yang terlihat persis seperti di wallpaper-wallpaper komputer: tenang, indah dan tentunya menyejukkan.

Amazing Kelam

Bersyukur kala itu alam sangat bersahabat. Walau awalnya sudah sedikit gerimis hujan, tapi perjalanan kami menyusuri kaki Bukit Kelam ditemani dengan langit biru dan awan yang cerah. Menurutku, udara di sini tergolong sejuk, walaupun kami tetap berkeringat saat sampai.

Tidak ada niatan untuk mendaki puncak Bukit Kelam kala itu, selain karena sedang tutup, memandanginya dari bawah sini sudah sangat mengagumkan apalagi perjalanan ini cukup singkat. Yah, mungkin jika ada kesempatan untuk mendaki boleh juga dicoba. Menurut informasi yang didapat, untuk pendakian mencapai puncak Bukit Kelam ini dibutuhkan waktu sekitar 4-5 jam untuk naik dan 3-4 jam untuk turun kembali.

FYI: Di Bukit Kelam juga terdapat air terjun. Air di kawasan batu rakasasa ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, dan bahkan menjadi sumber air kemasan. Air dari Bukit Kelam juga menjadi sumber pembangkit listrik yang digunakan masyarakat Sintang.

Spot Foto di Bukit Kelam

Tidak hanya itu, ada juga gua-gua bagi para pecinta caving. Yang paling popular adalah gua walet dan gua kelelawar. Bukit Kelam bisa disebut sebagai salah satu habitat burung walet, karena hingga saat ini masyarakat secara bergantian dan berkelompok memanen sarang burung walet setiap tahunnya di bukit raksasa itu.

Foto dulu

Tempat ini sungguh membuka pikiran siapa pun yang pertama kali datang, bahwa masih banyak sekali destinasi di Indonesia yang tidak kalah cantik dengan luar negeri. Wisatawan asing saja penarasan untuk datang kesini, kamu yakin tidak mau kesini juga?

Siapa pun dari luar Kalimantan yang ingin ke Bukit Kelam bisa melalui beberapa jalur. Jalur yang paling mudah adalah berangkat dari Pontianak. Dari ibu kota Kalimantan Barat ini, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan darat atau udara.

Untuk jalur udara, berangkat dari Bandara Supadio Pontianak dengan tujuan Bandara Tebelian Sintang. Waktu tempuhnya hanya sekitar 40 menit. Kemudian dari bandara ke Bukit Sintang butuh waktu hanya sekitar 30 menit.

Dari Pontianak bisa juga menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dengan jarak tempuh sekitar 7 jam. Sementara kalau dari pintu perbatasan (border) Badau jarak tempuhnya hanya sekitar 2 jam, sedangkan dari border Entikong perlu waktu 6 jam.

Waktu yang paling singkat untuk menikmati eksotisme Bukit Kelam adalah dua hari. Selama dua hari ini kita bisa memanjat  tebing (climbing) batu berkelas internasional, masuk ke dalam gua, melihat tanaman-tanaman langka dan juga menyaksikan keindahan alam yang tiada duanya.

Tebing Bukit Kelam

Puncak Bukit Kelam menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) di bumi Borneo karena dalam satu tempat bisa melihat keduanya. Saat ini Pemerintah Kabupaten Sintang, yang merupakan anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) yakni kabupaten-kabupaten di Indonesia yang mewujudkan pembangunan berkelanjutan, tengah merancang Bukit Kelam sebagai salah satu destinasi wisata favorit dengan skala internasional, khususnya bagi pencinta panjat tebing dan wisata deep and extrem. Wah keren ya!

Rumah Betang Ensaid Panjang

Eits buat kamu yang tidak berniat untuk mendaki di Bukit Kelam, kamu juga dapat mengunjungi rumah budaya Rumah Betang Ensaid Panjang rumah asli masyarakat suku dayak di Sintang ini diami sekitar 40 kepala keluarga dimana hingga kini mereka masih mempertahankan tradisi turun-temurun hidup dan tinggal di rumah betang.

Arsitekturnya yang sederhana dengan nuansa dekat dengan alam, dengan panjang bangunan 118 meter dan lebar 17 meter, rumah adat berbentuk panggung ini memiliki tinggi sekitar 12 meter, dengan jarak lantai kayu dari tanah sekitar 2 meter.

Di Rumah betang ini, wisatawan masih bisa melihat proses pembuatan kain tenun secara tradisional yang dilakukan masyarakat asli suku dayak, mereka mewarisi kemampuan ini dari nenek moyangnya.

Warna cantik dan cerah membuat banyak orang tertarik untuk membelinya. Apalagi dapat dilihat secara langsung proses pembuatannya dan dibeli di daerah aslinya. Menarik bukan?

Kehangatan dari warga rumah betang dalam menyambut tamu itulah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak wisatawan dan peneliti dari luar negeri yang tinggal lama di rumah betang untuk mengikuti keseharian masyarakat adat.

Gimana, sudah penasaran dengan menariknya wisata alam dan budaya di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat ini? Yuk ke Sintang! Semoga artikel ini bermanfaat ^^

Be social share!

4 thoughts on “Bukit Kelam, Sebongkah Batu Raksasa Dunia di Tanah Borneo

  1. Saya nggak suka namanya deh mbak, mengapa harus Bukit Kelam ya, hehe. Padahal dia merupakan sumber penghasilan sarang walet, sebagai tempat wisata pendakian, tempat melihat panorama sunrise dan sunset atau sebagai ‘benteng’ yang melindungi rumah-rumah penduduk. Lebiha banyak positifnya ya kan?

    Saya ganti saja deh namanya menjadi: Bukit Tenang. Karena menenangkan hati siapa saja yang melihatnya, hahaha. Iyaa, pengen juga suatu hari pergi ke Bukit Tenang ini :).

  2. cakep ini viewnya dan nggak nyangka kalo ini ada di kalimantan, jarang keexpose di timeline dan berita soalnya
    kalo tau temen temen aku yang cowok kayaknya mereka bakalan naik ke bukit ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *