Imlek belum berakhir kalau belum ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Yasss, Cap Go Meh adalah perayaan hari ke-15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.
Bagi masyarakat Tionghoa selama Cap Go Meh ada banyak kegiataan keagamaan yang dilakukan seperti berdoa di Klenteng/Wihara, Iringan Tatung, Pertunjukan Naga dan Barongsai, Makan Besar, bahkan tak ketinggalan festival menarik lainnya. Nah, di Indonesia sendiri pusat kegiatan ini berada di Kota Singkawang.
Namun sayangnya perayaan Cap Go Meh yang sudah masuk kedalam 100 Calendar of Event Indonesia ini sudah dua tahun ditiadakan, karena Pandemi COVID-19. Tapi yang namanya kegiatan keagamaan alias budaya memang sulit untuk ditinggalkan.
Oke, perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh yang awalnya mengundang banyak wisatawan datang untuk melihat secara langsung keunikannya akhirnya ditiadakan.
Eiitss, bagi wisatawan lokal jangan sedih dulu, pasalnya Wali Kota Singkawang tetap mengizinkan beberapa ritual yang bisa disaksikan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan tidak mengganggu prosesi ritual saat sedang berlangsung.
Memang tidak akan seramai seperti biasanya, tidak ada pawai, stand kuliner, bazaar, lomba nyanyi mandarin, pasar malam, dan lain-lain. Tapi kita tetap dapat menyaksikan aktraksi tatung/louya di sekitar wihara, selain itu kegiatan ini sebenarnya memang sebagai ritual wajib keagamaan juga.
Karena tidak ada festivalnya, jadi aktraksi tatung tidak terjadwal alias random gitu dan tidak semua wihara menggelarnya. Karena saya cukup penasaran, saya memilih menyaksikan tatung di Thai Pak Kung 水口大伯公 Kulor Singkawang saja. Wihara yang memiliki bagunan cukup besar dan luas memungkinkan ritual pasti dilaksanakan disini.
FYI, ritual Cap Go Meh sebenarnya sudah bisa disaksikan di hari ke 13 sampai 15 Imlek, karena tahun ini Imleknya tanggal 1 jadi cukup mudah ngitungnya, penanggalannya sama dengan Masehi hanya beda bulan saja, hehe.
Oh iyaa sebelum melihat lebih jauh tentang ritual Cap Go Meh pastikan kamu sudah siap mental untuk melihat aktraksi ekstrim ini terlebih dahulu ya.
Karena para tatung akan melakukan aktraksi mistik dan spiritual yang cukup mengerikan (mirip debus) seperti berdiri di atas tandu sambil menginjak tombak, menusukkan pedang ke pipi, lengan dan perut, menancapkan besi tajam menembus kedua pipinya, memakan hewan, dll.
Jujur saya saya pribadi pun tak begitu berani melihat lebih dekat 🙈.
Tapi kalau kamu tetap penasaran, bisa nih nonton beberapa video di channelnya buyung tanjung berikut ini:
Kalau kamu gak mampu alias ngeri-ngeri gitu pas nontonnya bisa skip-skip aja kok, hehe.
Kalau saya pribadi jujur belum berani mengambil konten sedekat itu, saya mah pengen lihat tatung koko koko cakep aja yang mirip kayak Jerry Yan alias Tao Ming Tse *ampun dah bakal ketahuan umur saya ini.

Menariknya, meskipun Cap Go Meh ini sebenarnya budaya asli dari Tiongkok dan biasa dilakukan oleh orang Tionghoa, tapi karena ada pembauran budaya di Kalimantan beberapa tatung juga ada yang etnis Melayu dan Dayak.
Oiaa, sebelum mereka melakukan atraksi turun ke jalan mereka akan melakukan ritual tertentu yang disebut dengan prosesi ritual pemanggilan roh kemudian diarak berkeliling di jalan-jalan utama Kota Singkawang untuk melakukan pembersihan jalan dari sial atau bala.
Yah, semoga saja ritual yang dilakukan mereka juga membersihkan negeri ini dari COVID-19 yaa, Amiin. Apapun yang baik-baik mari kita aminkan bersama.
Nah, itulah liputan singkat saya di kegiatan Cap Go Meh Kota Singkawang Tahun 2022 yaa teman-teman. Semoga tahun depan kita dapat merayakan Festival Imlek dan Cap Go Meh seperti tahun-tahun sebelumnya dengan meriah yaa.
Sampai jumpa di kegiatan Tahun Baru Imlek tahun selanjutnya, semoga bermanfaat 😘

pernah ke singkawang tapi bukan saat cap go meh.. tapi dengan baca tulisan dan nonton youtube mu turut merasakan serunya cap go meh di singkawang.