Dulu, aku punya statement gak mau ngulang atau mendatangi destinasi yang sama untuk kedua kalinya, karena aku pikir sudah pernah aku ceritakan/tulis lewat konten atau tulisan blog jadi ngapain datang lagi?, aku biasanya selalu memilih untuk mendatangi tempat-tempat baru yang belum pernah aku kunjungi biar bisa merasakan cerita baru dengan pengalaman baru. Wkwk, egois banget yaa aku.

Tapi justru pernyataan tersebut akhir akhir ini jadi buyar, padahal mendatangi tempat untuk kedua ketiga atau berkali kali pun pasti ceritanya beda-beda ya kan? Belum lagi biasanya suatu tempat tuh ada update tertentu semacam entah fasilitasnya bertambah, harga tiket masuknya diperbarui, atau ada regulasi-regulasi baru tertentu yang dibuat oleh pemilik tempat.
Di luar itu juga, kadang ada beberapa alasan lain yang ternyata aku ditakdirkan untuk datang lagi (baik itu ajakan teman yang belum pernah ke sana, urusan pekerjaan, bahkan karena sudah suntuk dengan suasana kota dan ingin healing sejenak), jadi sekarang kalau diajak ke tempat yang sama aku gass lagi!! Kayak misalnya saat perjalanan untuk kedua kalinya aku ke Pulau Baru, yap jadi ini artikel kedua ku di destinasi yang sama (terakhir kali setahun lalu), tentu meskipun tempatnya sama yah pengalamannya juga berbeda karena aku datang bersama beberapa teman baru yang berbeda pula, hehe.
Kalau sebelumnya aku datang di bulan April, kali ini di bulan Agustus, lantas apa yang membedakannya dan cerita baru apa yang aku dapat? Ternyata banyak, kita cerita pelan-pelan ya!
Ini sebenarnya hampir mirip dengan tulisanku tentang Pulau Setinjan yang juga punya dua artikel dengan cerita berbeda tapi destinasi yang sama, namun artikel tersebut aku anggap remidi, maknanya lebih dalam karena habis patah hati wkwkwk.
Okee okee, back to story tentang Pulau Baru yang saat ini masih digadang sebagai pulau tak berpenghuni serta jarang di kunjungi orang orang kecuali bagi nelayan yang singgah. Secara administratif pulau ini masuk dalam kawasan daerah Kabupaten Bengkayang ya, namun posisinya lebih jauh dari pulau dari Pulau Lemukutan, bahkan untuk ke sini dermaganya bukan di Teluk Suak (dari kebanyakan kalau explore pulau lewat sini) melainkan di dermaga nelayan pasar Sungai Duri yang terletak di perbatasan Bengkayang-Mempawah.
Trip dibuat Dua Kloter
Ah kayaknya ikut trip bareng SCK (Summer Camp Khatulistiwa) ke sekian kalinya ini sudah membuat aku lupa sudah yang ke berapa, padahal kayaknya belum banyak-banyak amat kan, padahal yah aku udah malas ngitung ajaa sih. Kalau biasanya trip mereka dilakukan dua hari satu malam, berbeda dengan trip pulau kali ini yaitu dibuat menjadi dua kloter. Kloter pertama datangnya hari Jumat yang stay camping nya sampai dua malam, kemudian kloter kedua cukup satu malam yang berangkatnya hari Sabtu.
Tiap kloter dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masingnya dibookingkan satu kapal dengan jumlah peserta 15 orang. Sebagai pekerta yang Jumat masih harus ke kantor tentu aku ambil satu malam saja di kloter kedua. Cukup? Cukup dong, untuk explore tempat ini emang tidak perlu lama-lama, juga biar ada yang nyambut aja kan pas tim dari kloter dua datang hehe.
Merayakan Hari Kemerdekaan

Banyak Kelapa Muda


